AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI
OjsGapuOjsGapuPulmonari tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk batang (basillus) yang dikenal sebagai Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan melalui ludah atau dahak orang yang terinfeksi, yang mengandung basil tuberkulosis pulmonari. Mycobacterium tuberculosis sering menyerang paru-paru tetapi juga dapat memengaruhi kulit, kelenjar getah bening, tulang, dan meninges. TB dapat disembuhkan dan dicegah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara penerimaan diri dan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis pulmonari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah semua pasien tuberkulosis pulmonari di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nguling Pasuruan. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penerimaan diri MMAS-8. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan p-value ≤ 0,05. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value sebesar 0,000, yang berarti p-value <0,05, menunjukkan hubungan yang kuat antara penerimaan diri dan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis pulmonari. Tenaga kesehatan diharapkan untuk membantu pasien dengan meningkatkan pengetahuan mereka, memberikan dukungan psikologis, dan menumbuhkan penerimaan diri terhadap penyakit mereka. Diharapkan dengan penerimaan diri yang baik, pasien akan dapat mematuhi pengobatan secara optimal.
Pasien dengan penerimaan diri yang tinggi dan pengobatan yang teratur dan konsisten.Ini berarti bahwa semakin baik penerimaan diri pasien tuberkulosis pulmonari, semakin patuh mereka terhadap pengobatan.Implikasi keperawatan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan meliputi pemberian edukasi dan dukungan psikologis kepada pasien tuberkulosis pulmonari.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran dukungan sosial dari keluarga dan teman dalam memediasi hubungan antara penerimaan diri dan kepatuhan pengobatan pada pasien TB. Hal ini penting karena dukungan sosial seringkali menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan penyakit kronis. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikologis lain yang berkontribusi terhadap penerimaan diri pada pasien TB, seperti mekanisme koping dan strategi adaptasi. Pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan penerimaan diri pasien. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara penerimaan diri dan kepatuhan pengobatan dalam jangka waktu yang lebih lama. Desain ini akan memungkinkan peneliti untuk melihat bagaimana perubahan dalam penerimaan diri memengaruhi kepatuhan pengobatan dari waktu ke waktu, dan sebaliknya.
- HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARONGPONG... jurnal.unai.edu/index.php/jsk/article/view/2206HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARONGPONG jurnal unai edu index php jsk article view 2206
- The Morisky Method for Measuring Medication Adherence in Older Adults With Chronic Diseases: A CrossâSectional... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hsr2.70681The Morisky Method for Measuring Medication Adherence in Older Adults With Chronic Diseases A CrossyAAAaSectional onlinelibrary wiley doi 10 1002 hsr2 70681
| File size | 132.18 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IJNMSIJNMS Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test dengan bantuan SPSS diperoleh tingkat signifikansi a = 0. 05, yaitu Ho ditolak dan H1 diterima,Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test dengan bantuan SPSS diperoleh tingkat signifikansi a = 0. 05, yaitu Ho ditolak dan H1 diterima,
IJNMSIJNMS Pengetahuan (p = 0,001, r = 0,274), motivasi (p = 0,008, r = 0,218), dan dukungan sosial (p = 0,005, r = 0,231). Faktor yang paling dominan mempengaruhiPengetahuan (p = 0,001, r = 0,274), motivasi (p = 0,008, r = 0,218), dan dukungan sosial (p = 0,005, r = 0,231). Faktor yang paling dominan mempengaruhi
IJNMSIJNMS Dalam fase transkripsi, kesalahan terjadi karena penyalinan nama obat dan instruksi penggunaan yang tidak akurat. Sejumlah faktor sistemik berkontribusiDalam fase transkripsi, kesalahan terjadi karena penyalinan nama obat dan instruksi penggunaan yang tidak akurat. Sejumlah faktor sistemik berkontribusi
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL Based on the data obtained through literacy studies and interviews, in producing quality and integrity elections, it is not only the organizers who internalizeBased on the data obtained through literacy studies and interviews, in producing quality and integrity elections, it is not only the organizers who internalize
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan manajemen bencana tidak dapat dievaluasi secara efektif tanpa memperhatikan sistem administrasi publik dan tata kelola.Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan manajemen bencana tidak dapat dievaluasi secara efektif tanpa memperhatikan sistem administrasi publik dan tata kelola.
IJNMSIJNMS Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan P = 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada efek pemberian terapi akupresur di titik BL 32 dan aromaterapiHasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan P = 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada efek pemberian terapi akupresur di titik BL 32 dan aromaterapi
STIKMKSSTIKMKS Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Populasi terdiri dari 200 lansia yang secara aktif menghadiri posbindu di Wilayah KerjaMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Populasi terdiri dari 200 lansia yang secara aktif menghadiri posbindu di Wilayah Kerja
UKMCUKMC Indonesia adalah negara kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak, yaitu 658.543 kasus berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, salah satu provinsiIndonesia adalah negara kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak, yaitu 658.543 kasus berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, salah satu provinsi
Useful /
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Kesimpulan: teknik Chin Tuck Against Resistance (CTAR) and Shaker Exercise in Managing Swallowing Disorders (Dysphagia). Berdasarkan hasil penelitian sangatKesimpulan: teknik Chin Tuck Against Resistance (CTAR) and Shaker Exercise in Managing Swallowing Disorders (Dysphagia). Berdasarkan hasil penelitian sangat
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Tingkat pengetahuan siswa-siswi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku bullying adalah cukup sebanyak 65 responden (65%). Tingkat pengetahuanTingkat pengetahuan siswa-siswi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku bullying adalah cukup sebanyak 65 responden (65%). Tingkat pengetahuan
STIKMKSSTIKMKS Sebagian besar responden juga memiliki riwayat keluarga dengan DM, mengindikasikan peran penting faktor genetik. Oleh karena itu, program pencegahan danSebagian besar responden juga memiliki riwayat keluarga dengan DM, mengindikasikan peran penting faktor genetik. Oleh karena itu, program pencegahan dan
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Dilakukan uji klinis acak terhadap 170 ibu dengan balita berusia 6 hingga 60 bulan yang berisiko stunting pada tahun 2024. Peserta dibagi secara acak menjadiDilakukan uji klinis acak terhadap 170 ibu dengan balita berusia 6 hingga 60 bulan yang berisiko stunting pada tahun 2024. Peserta dibagi secara acak menjadi