POLTEKHARBERPOLTEKHARBER

Parapemikir : Jurnal Ilmiah FarmasiParapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

Pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi sebagai enzim proteolitik yang bekerja dengan cara memecah jaringan ikat. Enzim papain relatif banyak pada getah pepaya yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antelmintik herbal yang diformulasikan dalam bentuk nutrasetikal misalnya gummy candy. Pemilihan gelling agent perlu diberi perhatian khusus pada formulasi gummy candy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik formulasi gummy candy dari getah buah pepaya dan mengetahui aktivitas proteolitik dalam sediaan gummy candy. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan membuat sediaan gummy candy. Pada penelitian gelling agent ini yang dipakai yaitu pektin. Variasi konsentrasi pektin yang digunakan adalah 0.5%, 1.5% dan 2.5%. Uji karakteristik sediaan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji keseragaman bobot, uji kadar air dan uji abu. Aktivitas proteolitik dalam penelitian ini berdasarkan metode anson yang menggunakan kasein sebago substrat. Hasil penelitian menunujukkan sediaan memiliki karakteristik berwarna hijau, bertekstur kenyal, memiliki rasa manis dan berbau melon. Hasil pengujian pH antara 6.2-6.7, bobot sediaan antara 1-1.37%, kadar air antara 14.61%-19.83%, kadar abu antara 0.9%-1.02% dan aktivitas proteolitik dalam sediaan gummy candy antara 0.171014 U/ml - 0.620473 U/ml.

Sediaan gummy candy dari getah buah pepaya dengan variasi konsentrasi pektin memiliki karakteristik berwarna hijau, bertekstur kenyal, memiliki rasa manis dan berbau melon.02% dan aktivitas proteolitik dalam sediaan gummy candy antara 0.Sediaan gummy candy dari getah buah pepaya pada F3 memiliki karakteristik terbaik dan memenuhi standar karena menghasilkan organoleptik, nilai pH, kadar air dan kadar abu yang memenuhi standar SNI, serta memiliki aktivitas proteolitik tertinggi.Meskipun pada keseragaman bobot tidak sesuai dengan standar Farmakope Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat memperluas temuan ini dengan beberapa arah studi yang relevan. Pertama, meskipun penelitian ini berhasil memformulasi permen gummy dengan aktivitas proteolitik, langkah krusial berikutnya adalah menguji secara langsung efektivitas antelmintik sediaan permen gummy getah pepaya ini. Pengujian dapat dilakukan secara in vitro terhadap berbagai jenis telur atau larva cacing parasit yang umum, atau bahkan melalui studi in vivo menggunakan model hewan untuk memvalidasi klaim terapeutik utamanya. Hal ini akan memberikan bukti konkret mengenai potensi permen gummy ini sebagai alternatif antelmintik herbal. Kedua, untuk mengatasi tantangan yang teridentifikasi dalam keseragaman bobot, penelitian berikutnya dapat berfokus pada optimasi formulasi pektin dan proses produksi secara lebih mendalam. Ini bisa melibatkan eksplorasi kombinasi gelling agent yang berbeda atau penggunaan teknik pencetakan dan pengeringan yang lebih presisi, mungkin dengan bantuan peralatan otomatis, untuk menjamin konsistensi produk yang lebih baik dan memenuhi standar farmakope yang ketat. Ketiga, mengingat produk ini ditujukan sebagai nutrasetikal, studi stabilitas jangka panjang terhadap aktivitas enzim papain dalam matriks permen gummy sangat penting untuk memastikan khasiatnya tetap terjaga selama masa simpan. Selain itu, penelitian tentang bioavailabilitas papain dari permen gummy setelah konsumsi dapat dilakukan untuk memahami sejauh mana enzim aktif dapat diserap dan memberikan efek terapeutik dalam tubuh. Ketiga saran ini bertujuan untuk menguatkan dasar ilmiah dan potensi aplikasi klinis dari formulasi permen gummy getah pepaya.

Read online
File size254.22 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test