UNIRA MALANGUNIRA MALANG
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesAL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Nilai Nilai Pendidikan Karakter dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al Ghazali dan buku Pribadi Hebat karya Buya Hamka. Mendeskripsikan dan menganalisa persamaan dan perbedaan Nilai Nilai Pendidikan Karakter dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al Ghazali dan buku Pribadi Hebat karya Buya Hamka. Dari alasan tersebut, peneliti berupaya untuk mengtahui Nilai Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Ayyuhal Walad Karya Imam Al Ghazali Dan Buku Pribadi Hebat Karya Buya Hamka, kemudian mengkomparasikan dari segi prinsip, tujuan, dan metode yang digunakan dalam pendidikan karakter. Metode pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research, yaitu penelitian yang sumber datanya diperoleh melalui studi pustaka atau literatur literatur terkait. Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif analitik, yaitu menjelaskan, memaparkan, dan menganalisis serta membandingkan pemikiran secara sistematis, sehingga mudah untuk dipahami dan disimpulkan yang kemudian di analisis terkait persamaan dan perbedaan pemikirannya dalam pendidikan karakter. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai nilai pendidikan karakter ditawarkan oleh Imam Ghazali dan Buya Hamka memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dalam hal prinsip, tujuan, maupun metode pendidikan yang dibawa. Hal demikian dipengaruhi dengan perbedaan latar belakang sosial budaya, perbedaan masa hidup yang cukup jauh. Akan tetapi terdapat kesamaan secara substansial dari kedua tokoh tersebut dari sisi agamis.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang ditawarkan oleh Imam Ghazali dan Buya Hamka memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dalam hal prinsip, tujuan, maupun metode pendidikan yang dibawa.Perbedaan ini dipengaruhi oleh latar belakang sosial budaya dan perbedaan masa hidup yang cukup jauh.Namun, terdapat kesamaan secara substansial dari kedua tokoh tersebut dari sisi agamis.Pendidikan karakter dalam kitab Ayyuhal Walad oleh Imam Ghazali bertujuan untuk membentuk individu yang berkualitas di mata Allah, sedangkan buku Pribadi Hebat oleh Buya Hamka bertujuan untuk membentuk manusia yang memiliki keagungan jiwa.Kedua tokoh tersebut memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam proses pembentukan karakter yang baik bagi siswa.Imam Ghazali dan Buya Hamka menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, yaitu metode pembelajaran pasif dan metode pembelajaran aktif dan komunikatif.Meskipun berbeda dalam prinsip, tujuan, dan metode pendidikan, pemikiran keduanya dapat digabungkan menjadi satu kesatuan utuh.Secara umum, keduanya kompatibel dalam bidang pendidikan Islam.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang metode pendidikan karakter yang digunakan oleh Imam Ghazali dan Buya Hamka, serta bagaimana metode tersebut dapat diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan, baik di sekolah formal maupun non-formal. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengaruh latar belakang sosial budaya dan masa hidup yang berbeda terhadap pemikiran kedua tokoh tersebut dalam pendidikan karakter. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.
| File size | 748.45 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
LP3MZHLP3MZH Peningkatan kompetensi siswa melalui pelatihan literasi digital memerlukan dukungan infrastruktur dan pendekatan yang seimbang. Sekolah perlu memastikanPeningkatan kompetensi siswa melalui pelatihan literasi digital memerlukan dukungan infrastruktur dan pendekatan yang seimbang. Sekolah perlu memastikan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Pengalaman empiris tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sekaligus memudahkan internalisasi nilai-nilai tersebutPengalaman empiris tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sekaligus memudahkan internalisasi nilai-nilai tersebut
STAI HUBBULWATHANSTAI HUBBULWATHAN Kegiatan belajar yang praktis, kolaboratif, dan kontekstual secara efektif meningkatkan keterlibatan siswa serta pembentukan karakter. Integrasi bahanKegiatan belajar yang praktis, kolaboratif, dan kontekstual secara efektif meningkatkan keterlibatan siswa serta pembentukan karakter. Integrasi bahan
MORIAHMORIAH Pendidikan Agama Kristen telah berupaya keras dalam membangun karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela, tetapi tidak ada kelanjutan terpuji oleh merekaPendidikan Agama Kristen telah berupaya keras dalam membangun karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela, tetapi tidak ada kelanjutan terpuji oleh mereka
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran Monopoli Kebuyalo layak dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran IPAS pada materi keberagamanPenelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran Monopoli Kebuyalo layak dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran IPAS pada materi keberagaman
ALFARABIALFARABI Penelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan menekankan pada integrasi literatur klasik Islam dan teori pendidikan karakter modern dalamPenelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan menekankan pada integrasi literatur klasik Islam dan teori pendidikan karakter modern dalam
WIRARAJAWIRARAJA Kegiatan ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam membentuk lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung pembelajaran aktif. Pengintegrasian kegiatanKegiatan ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam membentuk lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung pembelajaran aktif. Pengintegrasian kegiatan
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi seni bela diri tradisional dalam pendidikan karakter guna menciptakan pribadi yang bermartabat dan berketerampilanPenelitian ini menyoroti pentingnya integrasi seni bela diri tradisional dalam pendidikan karakter guna menciptakan pribadi yang bermartabat dan berketerampilan
Useful /
STAI HUBBULWATHANSTAI HUBBULWATHAN Effective strategies identified included simulation-based learning, project-based activities, and the development of culturally relevant texts. These resultsEffective strategies identified included simulation-based learning, project-based activities, and the development of culturally relevant texts. These results
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi studi perluasan ke pasar lain, analisis faktor eksternal tambahan, serta penggunaan metode pendekatan kualitatifRekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi studi perluasan ke pasar lain, analisis faktor eksternal tambahan, serta penggunaan metode pendekatan kualitatif
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Soekarno. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional, melibatkan 60 perawat. analisis data dilakukan secaraSoekarno. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional, melibatkan 60 perawat. analisis data dilakukan secara
UYPUYP Penelitian ini bertujuan mengungkap wacana sebuah cerita dari pementasan wayang kulit berjudul Pandawa Kumpul yang dimainkan oleh dalang Ki Bayu SetiawanPenelitian ini bertujuan mengungkap wacana sebuah cerita dari pementasan wayang kulit berjudul Pandawa Kumpul yang dimainkan oleh dalang Ki Bayu Setiawan