UKSWUKSW
Kelola: Jurnal Manajemen PendidikanKelola: Jurnal Manajemen PendidikanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen Museum Akademi Kepolisian (Akpol) sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan karakter Kebhayangkaraan Taruna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-korelasional dengan pendekatan campuran (mixed-method). Subjek penelitian terdiri dari 168 Taruna tingkat I Batalyon Bhayangkara Dharma, 25 dosen, dan 20 pengelola museum. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, observasi langsung, dan wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi berganda, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Taruna, dosen, dan pengelola museum termasuk dalam kategori baik mengenai manajemen museum sebagai media pembelajaran. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara manajemen museum dan peningkatan karakter Kebhayangkaraan Taruna. Manajemen museum yang terkelola dengan baik terbukti memfasilitasi pembelajaran pengalaman melalui interaksi langsung dengan artefak dan refleksi terhadap nilai-nilai Kebhayangkaraan. Manajemen Museum Akademi Kepolisian memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan karakter Kebhayangkaraan Taruna, dan persepsi positif dari seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan untuk mengoptimalkan pendidikan karakter di Akpol.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen Museum Akademi Kepolisian berperan penting sebagai sarana pembelajaran karakter Kebhayangkaraan Taruna.Persepsi positif dari dosen, Taruna, dan pengelola museum secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter tersebut.Museum mendukung pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi, yang menginternalisasi nilai-nilai Kebhayangkaraan.Optimalisasi manajemen museum menjadi strategi kunci dalam mendukung implementasi Grand Design Pendidikan Polri 2045 yang menekankan pembentukan perwira Bhayangkara yang berintegritas dan berjiwa nasionalis.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor eksternal seperti gaya kepemimpinan pengasuh dan lingkungan sosial terhadap efektivitas museum dalam membentuk karakter Taruna. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran berbasis museum yang lebih inovatif dan interaktif, dengan memanfaatkan teknologi digital dan tur virtual untuk meningkatkan keterlibatan Taruna. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas integrasi kegiatan museum ke dalam kurikulum pendidikan karakter secara sistematis, serta mengukur dampaknya terhadap perubahan perilaku dan nilai-nilai yang diinternalisasi oleh Taruna. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengoptimalkan peran museum sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan Akademi Kepolisian.
| File size | 337.74 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Sebaliknya, luaran distal seperti status gizi dan kehadiran sekolah menunjukkan hasil yang lebih bervariasi; pada satu studi komparatif, status gizi tidakSebaliknya, luaran distal seperti status gizi dan kehadiran sekolah menunjukkan hasil yang lebih bervariasi; pada satu studi komparatif, status gizi tidak
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Temuan-temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan dimensi sosioekonomi ke dalam kerangka kebijakan kesehatan mental dan menyoroti perlunyaTemuan-temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan dimensi sosioekonomi ke dalam kerangka kebijakan kesehatan mental dan menyoroti perlunya
UINSAIDUINSAID Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program literasi di MTs Negeri 1 Jepara efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis,Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program literasi di MTs Negeri 1 Jepara efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis,
UNYUNY Kemudian, pada disiplin tempat, terbukti bahwa siswa selalu melakukan kegiatan yang berdampak pada kebersihan dan kerapian lingkungan yang siswa tempati.Kemudian, pada disiplin tempat, terbukti bahwa siswa selalu melakukan kegiatan yang berdampak pada kebersihan dan kerapian lingkungan yang siswa tempati.
STAISAMSTAISAM ) Rapat sedang yang dihadiri semua jajaran guru untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dijalankan. d. ) Rapat besar yang melibatkan semua unsur pimpinan,) Rapat sedang yang dihadiri semua jajaran guru untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dijalankan. d. ) Rapat besar yang melibatkan semua unsur pimpinan,
STIKESRSHUSADASTIKESRSHUSADA Kenaikan tersebut tidak diimbangi dengan layanan kesehatan karena hanya 84,9% pasien yang berobat, dan 51,1% tidak rutin minum obat akibat kurangnya monitoringKenaikan tersebut tidak diimbangi dengan layanan kesehatan karena hanya 84,9% pasien yang berobat, dan 51,1% tidak rutin minum obat akibat kurangnya monitoring
PETIERPETIER Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatan kuantitatif menggunakan tes numerasi yang terdiri dari 25 soal berupa mencocokkan, pilihan ganda,Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatan kuantitatif menggunakan tes numerasi yang terdiri dari 25 soal berupa mencocokkan, pilihan ganda,
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Hasil analisis partisipasi petani termasuk ketegori “sedang atau 61,2%, dan kategori “tinggi atau 38,8%, tidak ada yang kategori “rendah. KemudianHasil analisis partisipasi petani termasuk ketegori “sedang atau 61,2%, dan kategori “tinggi atau 38,8%, tidak ada yang kategori “rendah. Kemudian
Useful /
AKPERAKBID BHAKTIHUSADAAKPERAKBID BHAKTIHUSADA Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara usia, lama bekerja, dan kadar COHb. Hasil: SebanyakAnalisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara usia, lama bekerja, dan kadar COHb. Hasil: Sebanyak
AKPERAKBID BHAKTIHUSADAAKPERAKBID BHAKTIHUSADA Partisipan pada penelitian ini berjumlah 5 partisipan caregiver pasien skizofrenia. Data dianalisis secara deskiptif kualitatif (case analysis dan crossPartisipan pada penelitian ini berjumlah 5 partisipan caregiver pasien skizofrenia. Data dianalisis secara deskiptif kualitatif (case analysis dan cross
UKSWUKSW Hasil menunjukkan bahwa strategi PPDB terdiri dari empat tahap: perencanaan termasuk analisis lingkungan, kolaborasi, penetapan komite, dan promosi; pelaksanaanHasil menunjukkan bahwa strategi PPDB terdiri dari empat tahap: perencanaan termasuk analisis lingkungan, kolaborasi, penetapan komite, dan promosi; pelaksanaan
STIKESRSHUSADASTIKESRSHUSADA Hasil yang didapatkan 25 responden menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai pre-test (63,68) menjadi post-test (85,88), menandakan dampak positifHasil yang didapatkan 25 responden menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai pre-test (63,68) menjadi post-test (85,88), menandakan dampak positif