UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan . Data utama dalam penelitian ini adalah sembilan cerita rakyat Jepang yang terdiri dari Issun-bōshi, Tanishi no Shusse, Kaguya Hime, Tsuru no Ongaeshi, Ningyou no Oyomesan, Hito no Yome ni Natta Neko, Harikazuki Hime, Yomesan ni Natta Ichou no Ki no Sei, dan Yome no Jumyou. Pendekatan gender digunakan untuk menganalisis cerita-cerita tersebut dengan mengamati relasi gender antara tokoh perempuan dan laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan representasi antara tokoh perempuan dan laki-laki terkait masalah gender, yang mencakup perbedaan ruang aktivitas, penggambaran karakter, serta peran dan tanggung jawab.

Dari analisis terhadap sembilan cerita rakyat Jepang, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat penggambaran representasi yang berbeda antara tokoh perempuan dan laki-laki terkait masalah gender.Pada ruang aktivitas, tokoh perempuan digambarkan beraktivitas di lingkungan rumah tangga (domestik) dengan melakukan pekerjaan seperti menenun, memasak, dan membesarkan anak.Tokoh laki-laki, di sisi lain, dikisahkan beraktivitas di lingkungan publik, seperti menebang kayu, menjual barang ke kota, dan mengolah sawah/ladang.Dalam tataran karakter, tokoh perempuan cenderung pasif, patuh, dan eksistensinya tergantung pada tokoh lain.Mereka tidak memiliki keberanian untuk mengutarakan pendapat, opini, atau perasaan secara terbuka.Sedangkan tokoh laki-laki umumnya digambarkan sebagai sosok yang aktif dan terbuka dalam menyampaikan pandangan dan keinginannya.Dalam lingkup keluarga, tokoh laki-laki memiliki peran sebagai kepala keluarga dengan kedudukan tinggi dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan bagi seluruh anggota keluarga.Sedangkan tokoh perempuan memiliki peran dalam pengurusan rumah tangga, mendidik, dan mengabdikan diri pada tokoh laki-laki sebagai bagian dari nilai kepatutan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam terhadap dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial, budaya, dan sejarah yang mempengaruhi konstruksi gender dalam masyarakat Jepang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada yang lebih spesifik, seperti folklor dari daerah tertentu atau folklor yang berkaitan dengan tema tertentu, seperti pernikahan, pendidikan, atau peran sosial. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, seperti menggabungkan studi sastra dengan studi gender, antropologi, atau sosiologi, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang .

Read online
File size440.53 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test