ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Perdebatan tentang majaz (metafora) dalam Al-Quran telah lama terjadi. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh perbedaan pandangan, seperti perbedaan pemahaman tentang majaz dan fungsi bahasa. Masing-masing pihak berusaha menjaga kesucian Al-Quran (kalimat Allah) dari kekurangan. Namun, karena perbedaan pandangan mereka, mereka tidak sepakat tentang keberadaan majaz dalam Al-Quran. Majaz dianggap sebagai kebohongan oleh mereka yang menolaknya karena majaz tidak memiliki makna literal. Sedangkan bagi mereka yang menerima majaz, penggunaan majaz tidak menunjukkan kekurangan Allah, melainkan keterbatasan bahasa manusia dalam menggambarkan makna abstrak. Fungsi lain dari bahasa adalah fungsi transformatif, di mana manusia mentransformasikan pengetahuan baru ke dalam benaknya dengan menggunakan simbol-simbol yang dikenalnya. Proses metafora terjadi dalam proses ini.

Penggunaan majaz dalam Al-Quran bukan hanya sebagai penghias bahasa atau kebohongan, tetapi sebagai kebutuhan untuk mengungkapkan dan memahami makna.Perbedaan arti majaz dan fungsi bahasa menyebabkan perdebatan ini menjadi rumit.Jika perbedaan ini dapat diselesaikan, polemik tentang majaz dalam Al-Quran dapat dipecahkan.

Untuk mengurangi polemik tentang majaz dalam Al-Quran, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pemahaman yang lebih dalam tentang makna majaz dan fungsi bahasa dalam Al-Quran. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana majaz digunakan untuk mengungkapkan makna abstrak dan bagaimana proses transformasi pengetahuan terjadi melalui penggunaan majaz. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana majaz dapat membantu pemahaman dan interpretasi Al-Quran, serta bagaimana majaz dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam dan bermakna.

Read online
File size6.78 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test