ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Tulisan berikut ini dimaksudkan untuk menjawab satu pertanyaan: dimanakah letak ijaz al-Quran menurut Abu al-Qasim Mahmud b. Umar al-Zamakhshari al-Mutazili. Ia menyatakan bahwa retak ijaz al-Quran itu ada pada nazm-nya (susunan kata-katanya) dan berita yang disampaikannya mengenai hal-hal yang ghaib. Pendapat Zamakhshari ini dapat ditelaah dari kitab tafsirnya, al-Kashshaf an Haqaiq Ghawamid al-Tanzil wa uyun al-Aqawil li wujuh al-Tawil dimana Zamakhshari menganalisis ayat-ayat al-Quran dengan pendekatan bahasa dan ilmu bantunya, termasuk di dalamnya Ilmu Bayan dan Ilmu Maani. Ia berargumentasi bahwa keindahan komposisi ayat-ayat al-Quran, elegansi stilistik dan kehebatan diksinya tidak mungkin dapat diapresiasi secara penuh tanpa bantuan Ilmu Maani dan Ilmu-Bayan, dua buah disiplin Ilmu Balaghah yang dianggapnya sebagai alat paling canggih dan efektif untuk menafsirkan ayat-ayat al-Quran yang diturunkan di tengah-tengah bangsa Arab yang gemar dengan sastra.

Zamakhshari percaya bahwa sifat ajaib al-Quran berada pada komposisinya dan informasi tentang hal-hal ghaib.Ia berhasil menerapkan teori retorika dalam tafsirnya, al-Kashshaf, yang dianggap sebagai interpretasi retorika al-Quran, dan ini yang membedakan Zamakhshari dari ahli tafsir lainnya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan pendekatan retorika Zamakhshari dengan ahli tafsir lainnya, seperti Al-Tabari atau Al-Qurtubi, untuk memahami pengaruh tradisi Mutazilah terhadap metode tafsir. Selain itu, studi tentang pengaruh retorika dalam konteks budaya Arab klasik terhadap pemahaman modern tentang ijaz al-Quran juga relevan. Terakhir, penelitian dapat menggali hubungan antara teori retorika dan teologi Mutazilah dalam upaya memahami bagaimana kedua disiplin ini saling memperkaya dalam tafsir al-Quran.

Read online
File size8.56 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test