UBTUBT

Civil Engineering Scientific JournalCivil Engineering Scientific Journal

Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan abu sekam padi sebagai bahan tambah terhadap kuat tekan bata beton pejal. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi presentasi campuran abu sekam padi yaitu 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5% terhadap berat semen. Dengan total benda uji sebanyak 120 sampel, dengan setiap variabel sampel masing-masing berjumlah sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 klasifikasi mutu II, BBP 0,5% sebesar 84,97 kg/cm2 klasifikasi mutu II, BBP 1% sebesar 70,32 kg/cm2 klasifikasi mutu II, BBP 1,5% sebesar 67,57 kg/cm2 klasifikasi mutu III. Variasi optimum pada campuran diantara BBP 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5% pada pembuatan bata beton pejal yaitu BBP 0,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 84,97 Kg/cm².

Berdasarkan hasil uji kuat tekan rata -rata bata beton pejal, terlihat nilai bata beton pejal normal tanpa abu sekam padi sebesar 70,31 Kg/cm², sedangkan nilai maksimum bata beton pejal terlihat pada komposisi abu sekam padi 0,5% sebesar 84,97 Kg/cm², terlihat kekuatan tekan bata beton pejal naik pada penambahan abu sekam padi 0,5% dan 1%, disebabkan karena silika yang terkandung dalam abu sekam padi bereaksi dengan hasil samping proses hidrasi semen yaitu Ca(OH)2 membentuk gel C-S-H baru dan bersifat seperti semen.Gel C-S-H baru yang terbentuk dapat mengisi celah yang terdapat pada agregat sehingga membuat bata beton pejal lebih padat (Raharja dkk, 2013).Pada penambahan abu sekam padi 1,5% kekuatannya menurun hal ini disebabkan karena kandungan abu sekam padi melebihi kandungan kapur bebas Ca(OH)2 sehingga tidak membentuk gel C-S-H baru dan hanya berperan sebagai filler (Trimurtiningrum, 2021).

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pengaruh penambahan abu sekam padi pada rentang persentase lebih luas, misalnya 2% hingga 5%, terhadap kuat tekan serta sifat mekanik lainnya dari bata beton pejal. Studi juga dapat menyelidiki kombinasi abu sekam padi dengan bahan pozzolan lain, seperti abu terbang atau batu kapur, untuk mengetahui sinergi efek pada kekuatan, daya tahan, dan umur pakai struktur beton. Analisis mikrostruktur menggunakan teknik SEM dan XRD dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan fase C‑S‑H dan distribusi pori pada bata beton dengan variasi abu sekam padi, sehingga memberikan pemahaman mekanisme penguatan. Selain itu, penelitian dapat menilai dampak penambahan abu sekam padi terhadap sifat termal, tahan air, dan biaya produksi bata beton pejal, guna mengoptimalkan kriteria keberlanjutan dalam konteks pembangunan ramah lingkungan. Akhirnya, uji lapangan pada aplikasi real‑world, seperti dinding rumah tinggal, dapat dilakukan untuk memvalidasi performa bata beton pejal berbasis abu sekam padi dalam kondisi beban dan iklim yang beragam.

  1. FLY ASH PLTU SUMBER ALAM SEKURAU KALIMANTAN UTARA SEBAGAI BINDER BETON GEOPOLIMER | Hertianisya | Civil... jurnal.borneo.ac.id/index.php/CESJ/article/view/3079FLY ASH PLTU SUMBER ALAM SEKURAU KALIMANTAN UTARA SEBAGAI BINDER BETON GEOPOLIMER Hertianisya Civil jurnal borneo ac index php CESJ article view 3079
Read online
File size698.37 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test