UPIUPI

Indonesian Journal of Applied LinguisticsIndonesian Journal of Applied Linguistics

Sebagai bagian dari program mentoring MATESOL, para pendidik yang sedang berkembang dipasangkan dengan profesor berpengalaman. Penulis menyelidiki bagaimana pengetahuan praktis pribadi menjembatani kesenjangan antara filosofi mengajar dan praktik kelas. Lapisan kompleks pengalaman dan pengetahuan yang dapat diberikan mentor perlu dipicu, namun tidak dapat disimpulkan hanya dengan observasi. Dengan menggunakan catatan observasi, wawancara, dan refleksi, kami mengeksplorasi keputusan mengajar secara real‑time sebagai cara untuk memperluas dan meninjau kembali pernyataan filosofi mengajar yang biasanya singkat. Hal ini khususnya penting bagi guru baru dan mereka yang mengajar dalam konteks atau dengan siswa yang budayanya masih diserap. Pengetahuan praktis pribadi dipandang sebagai akar yang menghasilkan perkembangan filosofi mengajar maupun praktik kelas.

Pendidikan adalah perjalanan seumur hidup bagi guru, baik pemula maupun berpengalaman, dalam mengembangkan pengetahuan tentang efektivitas mengajar.Refleksi atas bacaan kursus dan observasi guru berpengalaman memungkinkan Kaz memulai praktik dialog dengan Laurel untuk menelaah peran pengetahuan praktis pribadi sebagai mediator antara filosofi mengajar dan praktik pedagogis.Program mentoring yang menyediakan ruang bagi guru pemula dan berpengalaman dapat meningkatkan kesadaran dan pengembangan pengetahuan dalam pendidikan bahasa Inggris.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana program mentoring MATESOL yang melibatkan guru pemula dan mentor berpengalaman dapat secara sistematis meningkatkan kompatibilitas antara filosofi mengajar dan praktik kelas, dengan menguji efek intervensi refleksi terstruktur pada periode yang lebih panjang. Selanjutnya, studi komparatif dapat menyelidiki peran pengetahuan praktis pribadi dalam konteks budaya yang berbeda, misalnya dengan membandingkan guru bahasa Inggris di negara berkembang versus negara maju, untuk mengetahui apakah faktor budaya memoderasi hubungan antara filosofi dan praktik mengajar. Terakhir, penelitian tindakan dapat mengembangkan dan menguji model pelatihan berbasis observasi‑refleksi yang mengintegrasikan penggunaan catatan observasi, wawancara, dan jurnal reflektif, untuk menilai dampaknya terhadap peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pilihan pedagogis yang responsif terhadap kebutuhan siswa dalam kelas multikultural.

  1. Teaching philosophy in practice: Developing compatibility through personal practical knowledge | Kumagai... doi.org/10.17509/ijal.v8i2.13312Teaching philosophy in practice Developing compatibility through personal practical knowledge Kumagai doi 10 17509 ijal v8i2 13312
Read online
File size393.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test