UNIKSUNIKS

JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)

Provinsi Riau bergantung pada wilayah lain, seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa, untuk memenuhi kebutuhan bawang merahnya. Namun, ketika bencana alam terjadi atau terjadi gangguan transportasi dari sumber produksi bawang, harga bawang merah di pasar meningkat. Untuk mengurangi ketergantungan perusahaan di Riau terhadap bahan baku tersebut, diperlukan pengembangan tanaman bawang merah dengan teknik budidaya optimal guna memaksimalkan pertumbuhan dan produksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Eksperimental Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, selama tiga bulan mulai Mei 2022 hingga Juli 2022. Metode yang digunakan berupa rancangan faktorial acak lengkap dengan dua faktor, yaitu aplikasi pupuk vermikompos dengan empat tingkat perlakuan (0, 200, 400, dan 600 g/plot) dan aplikasi pupuk NPK 16‑16‑16 dengan empat tingkat perlakuan (0, 10, 20, dan 30 g/plot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur panen, jumlah umbi per rumpun, berat umbi per bonggol, berat umbi basah per rumpun, berat umbi kering, serta persentase kehilangan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara pupuk vermikompos dan pupuk NPK 16‑16‑16 berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, umur panen, jumlah umbi per rumpun, jumlah umbi per umbi, berat umbi basah per rumpun, dan berat umbi kering per rumpun. Perlakuan terbaik adalah kombinasi vermikompos 600 g/plot dengan NPK 16‑16‑16 30 g/plot. Pengaruh utama aplikasi pupuk vermikompos signifikan pada semua parameter observasi, demikian pula pengaruh utama pupuk NPK 16‑16‑16.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pupuk vermikompos dengan NPK 16‑16‑16 secara signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah, termasuk tinggi tanaman, umur panen, jumlah dan berat umbi baik basah maupun kering.Perlakuan optimal tercapai pada dosis 600 g/plot vermikompos dan 30 g/plot NPK, yang menghasilkan peningkatan maksimal pada semua parameter yang diamati.Selain itu, aplikasi masing‑masing pupuk vermikompos maupun NPK juga memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap parameter‑parameter tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas kombinasi vermikompos dan NPK 16‑16‑16 pada varietas bawang merah lain serta pada jenis tanah yang berbeda untuk mengetahui apakah respons pertumbuhan serupa. Selanjutnya, studi jangka panjang selama satu musim tanam penuh atau lebih diperlukan untuk menilai dampak kombinasi pupuk terhadap hasil per hektar, kualitas umbi, dan analisis biaya‑manfaat secara ekonomis. Terakhir, penelitian mikrobiologis yang memfokuskan pada perubahan komunitas mikroba tanah akibat aplikasi vermikompos serta interaksinya dengan pupuk NPK dapat mengungkap mekanisme biologis yang mendasari peningkatan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Read online
File size328.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test