STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA

JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta

Lagu Watch the World Burn oleh Falling in Reverse mengekspresikan perjuangan emosional dan psikologis seperti trauma, depresi, dan konflik internal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi emosional dan konflik psikologis yang digambarkan dalam lirik, menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan psikologi sastra. Dengan metode deskriptif kualitatif dan analisis isi, penelitian ini menyelidiki interaksi antara id, ego, dan superego, serta mekanisme pertahanan seperti represi, proyeksi, sublimasi, penolakan, dan intelektualisasi. Data diambil dari lirik resmi lagu dan dianalisis berdasarkan kategori psikoanalisis Freud. Temuan menunjukkan bahwa lirik secara metaforis menggambarkan kegoncangan emosional yang intens, fragmentasi psikologis, dan pertempuran internal, terutama melalui ekspresi trauma yang terpendam, permusuhan yang diproyeksikan, dan agresi yang disublimasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu menggambarkan bagaimana konflik tak sadar dieksternalisasi melalui bahasa simbolis, yang menekankan penggunaan mekanisme pertahanan sebagai strategi untuk mengatasi rasa sakit psikologis dalam. Penelitian ini menekankan fungsi lirik lagu kontemporer sebagai teks psikologis yang kuat yang merefleksikan kompleksitas ketahanan mental dan emosional.

Analisis terhadap lagu Watch the World Burn mengungkapkan gambaran yang kompleks tentang kondisi emosional dan konflik psikologis yang dalam mempengaruhi jiwa sang artis.Lirik secara hidup menggambarkan trauma, depresi, paranoia, dan impuls agresif, yang mencerminkan ketegangan dinamis antara id, ego, dan superego sebagaimana teori Freud.Penggunaan mekanisme pertahanan seperti represi, proyeksi, sublimasi, penolakan, dan intelektualisasi oleh artis menunjukkan strategi penanganan yang kompleks terhadap stres psikologis yang luar biasa.Simbolisme dan metafora dalam lirik berfungsi sebagai kendaraan untuk mengekspresikan konflik dan kegoncangan emosional yang tidak sadar, sementara osilasi antara kerentanan dan grandiositas menonjolkan sifat rapuh dari mediasi ego.Tema eksistensial lagu tentang ketakutan, kematian, dan kontrol lebih memperkaya narasi psikologis, menggambarkan perjuangan untuk merebut kembali kendali di tengah kekacauan.Penelitian ini menyoroti bagaimana lirik lagu kontemporer dapat berfungsi sebagai teks psikologis yang dalam yang mengartikulasikan konflik psikoanalisis dan kondisi emosional yang dalam.

Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menganalisis bagaimana lirik lagu rock kontemporer lainnya mengekspresikan konflik psikologis dan emosional, serta membandingkan temuan dengan penelitian ini. 2. Menjelajahi peran musik dalam membantu individu mengidentifikasi dan mengelola kondisi emosional dan psikologis mereka, serta bagaimana lirik dapat berfungsi sebagai alat terapi. 3. Mempertimbangkan pengaruh budaya dan sosial dalam interpretasi lirik lagu, dan bagaimana konteks sosial dapat mempengaruhi pemahaman kita tentang konflik psikologis yang diekspresikan dalam musik.

  1. Psychoanalytic Criticism on song Lyrics Cancer by My Chemical Romance | Loquēla (Journal of Linguistics,... doi.org/10.61276/loqula.v2i1.31Psychoanalytic Criticism on song Lyrics Cancer by My Chemical Romance Loquela Journal of Linguistics doi 10 61276 loqula v2i1 31
  2. THE DELUTION OF A MAN WHO IS NOT CONSIDERED AS A BELOVED ONE TO HIS LOVER IN JEAOLUS SONG’S BY... doi.org/10.37110/jell.v5i01.92THE DELUTION OF A MAN WHO IS NOT CONSIDERED AS A BELOVED ONE TO HIS LOVER IN JEAOLUS SONGAoS BY doi 10 37110 jell v5i01 92
Read online
File size212.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test