UNTAG SMDUNTAG SMD

Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas cabai merah, mengetahui persentase naungan yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil varietas cabai merah terbaik, dan mengetahui varietas cabai merah yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Juni sampai Oktober 2021 di Jl Sambaliung Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur. Penelitian ini disusun dalam rancangan petak terbagi 3x5 yang diulang sebanyak 5 kali. Sebagai petak utama adalah perlakuan naungan (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, 0%, 25%, dan 50%, serta sebagai anak petak adalah perlakuan varietas (V) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, Darmais F1, Astina F1 dan Tanaka F1. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Apabila terdapat pengaruh nyata maka untuk membandingkan antara rata-rata dua perlakuan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan naungan dan varietas cabai merah, perlakuan naungan berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan, begitu juga dengan perlakuan varietas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.

Tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan naungan dan varietas terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah.Perlakuan naungan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, waktu berbunga, jumlah buah, maupun berat buah per tanaman.Perlakuan varietas juga tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap semua parameter yang diamati pada tanaman cabai merah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji pengaruh intensitas naungan yang lebih luas, misalnya hingga 75% atau tanpa naungan total, guna mengetahui batas optimal cahaya yang dibutuhkan tanaman cabai merah tipe C3 dalam kondisi lapangan tropis. Kedua, diperlukan studi yang mengkaji kombinasi naungan dengan faktor lingkungan lainnya seperti kelembaban dan suhu mikro, untuk memahami bagaimana interaksi faktor-faktor tersebut memengaruhi pertumbuhan dan produksi cabai secara menyeluruh. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian menggunakan varietas cabai merah yang lebih beragam, termasuk varietas lokal atau varietas unggul baru, untuk melihat apakah ada varietas tertentu yang responsif terhadap perlakuan naungan meskipun dalam penelitian ini tidak terdeteksi perbedaan nyata. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan panduan lebih akurat bagi petani dalam mengelola sistem budidaya cabai di bawah naungan, terutama di daerah dengan intensitas cahaya tinggi atau kondisi iklim ekstrem. Selain itu, pendekatan ini dapat membantu mengidentifikasi strategi mitigasi stres lingkungan yang lebih efektif. Rancangan penelitian yang melibatkan faktor ganda dan varietas lebih banyak akan menghasilkan data yang lebih komprehensif. Pengukuran parameter fisiologis seperti laju fotosintesis dan transpirasi juga perlu dimasukkan untuk memahami mekanisme respons tanaman secara lebih dalam. Dengan demikian, hasil penelitian dapat mendukung pengembangan teknologi budidaya cabai yang lebih adaptif dan produktif.

  1. PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.). | Ramayana... doi.org/10.31293/agrifor.v23i1.7246PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS CABAI MERAH Capsicum annuum L Ramayana doi 10 31293 agrifor v23i1 7246
  1. #bawang putih#bawang putih
  2. #daun salam#daun salam
Read online
File size276.61 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2yV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test