PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Beras merupakan bahan pangan pokok strategis bagi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, produksi beras domestik belum mampu mencukupi kebutuhan nasional yang terus meningkat akibat pertumbuhan populasi, sehingga menimbulkan ketergantungan pada impor beras. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras Indonesia, mengevaluasi dampak pertumbuhan penduduk terhadap permintaan beras, serta mengidentifikasi strategi ekonomi dan peluang bisnis untuk mengurangi ketergantungan impor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder dari sumber referensi terpercaya melalui studi pustaka dan analisis SWOT. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk dan peningkatan permintaan beras berkontribusi signifikan terhadap tingginya impor, diperparah oleh ketidakseimbangan produksi domestik dengan konsumsi, harga beras tinggi, dan kurangnya diversifikasi pangan. Penelitian menyarankan penguatan diversifikasi pangan dan adopsi teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia merupakan salah satu produsen beras terbesar di dunia, pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya permintaan beras menyebabkan ketergantungan pada impor tetap tinggi.Faktor utama yang mendorong impor beras adalah produksi domestik yang tetap, harga beras dalam negeri yang relatif tinggi, serta kurangnya diversifikasi pangan.Rekomendasi utama mencakup penguatan diversifikasi pangan melalui pengembangan komoditas alternatif dan percepatan adopsi teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi nasional.Pemerintah perlu mengimplementasikan kebijakan diversifikasi pangan dan mempercepat adopsi teknologi pertanian untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, mengkaji dampak pengembangan komoditas alternatif seperti jagung dan singkong terhadap pengurangan ketergantungan beras, dengan mempertimbangkan preferensi konsumen dan ketersediaan lahan. Kedua, mengeksplorasi inovasi teknologi pertanian berbasis digital seperti sistem irigasi otomatis dan pemantauan cuaca untuk meningkatkan produktivitas di daerah rawan cuaca ekstrem. Ketiga, menganalisis potensi kerja sama regional antara Indonesia, Vietnam, dan Thailand dalam membangun rantai pasok beras yang lebih stabil, termasuk pengembangan standar kualitas dan pengaturan kuota impor secara kolaboratif. Pendekatan ini dapat menggabungkan data empiris dan simulasi model ekonomi untuk memastikan rekomendasi bersifat praktis dan berkelanjutan.

Read online
File size541.4 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test