PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani cabai merah keriting berdasarkan perbandingan antara total penerimaan dan total biaya produksi melalui perhitungan R/C ratio. Komoditas cabai merah keriting dipilih karena merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 30 petani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung biaya tetap, biaya variabel, total biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta efisiensi usaha (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp104.259.930,00 per hektar, sedangkan rata-rata penerimaan mencapai Rp175.000.000,00 per hektar. Dengan demikian, diperoleh keuntungan sebesar Rp70.740.070,00 per hektar dan nilai R/C ratio sebesar 1,68. Nilai ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa layak dan menguntungkan untuk diusahakan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin memerlukan biaya produksi rata-rata sebesar Rp104.070,00 per hektar, dengan nilai R/C sebesar 1,68.Dengan demikian, usahatani cabai merah keriting di wilayah tersebut layak dan menguntungkan untuk diusahakan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai usahatani cabai merah keriting. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknologi budidaya modern, seperti sistem irigasi tetes atau penggunaan pupuk organik, terhadap efisiensi biaya produksi dan peningkatan hasil panen. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan kinerja usahatani cabai merah keriting antara petani yang menggunakan kredit pertanian dengan petani yang tidak menggunakan kredit, guna mengidentifikasi dampak akses pembiayaan terhadap keuntungan dan kelayakan usaha. Ketiga, penelitian mengenai rantai nilai cabai merah keriting perlu dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik kritis dalam rantai pasok, menganalisis margin keuntungan pada setiap tingkatan, dan merumuskan strategi peningkatan nilai tambah bagi petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan relevan bagi pengembangan usahatani cabai merah keriting yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

  1. Eliciting Brand Loyalty with Elements of Customer Experience: A Case Study on the Creative Life Industry.... mdpi.com/2071-1050/14/18/11547Eliciting Brand Loyalty with Elements of Customer Experience A Case Study on the Creative Life Industry mdpi 2071 1050 14 18 11547
Read online
File size669.49 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test