CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND

Journal of Applied Holistic Nursing ScienceJournal of Applied Holistic Nursing Science

Latar Belakang: Tinjauan pustaka ini mengkaji peran terapi komplementer dalam pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Kedua penyakit kronis ini tetap menjadi masalah kesehatan utama yang seringkali memerlukan terapi farmakologis jangka panjang dengan potensi efek samping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai intervensi non-farmakologis yang dapat mendukung pengelolaan penyakit yang aman dan terjangkau.. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap sembilan artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025, meliputi terapi herbal, relaksasi, hidroterapi, dan latihan fisik terhadap pengendalian kadar glukosa darah dan tekanan darah.. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi seperti rendam kaki air hangat, senam hipertensi, teh bunga telang, infusi bawang putih, rebusan daun salam (Syzygium polyanthum), daun kelor (Moringa oleifera), daun seledri (Apium graveolens), senam kaki diabetes, relaksasi otot progresif, dan pengurangan waktu duduk telah terbukti efektif dalam meningkatkan parameter metabolik dan kualitas hidup pasien.. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi komplementer merupakan pendekatan suportif yang efektif dan holistik dalam perawatan penyakit kronis, namun penelitian lebih lanjut dengan uji coba terkontrol secara acak (RCT) masih diperlukan untuk memastikan efektivitas jangka panjang dan keamanan klinis di bawah pengawasan profesional kesehatan.

Terapi komplementer telah menunjukkan efektivitas yang konsisten dalam mendukung pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus tipe 2, membantu menurunkan tekanan darah dan kadar glukosa darah.Intervensi seperti terapi herbal, latihan fisik ringan, teknik relaksasi, hidroterapi, dan modifikasi gaya hidup terbukti aman, mudah diakses, dan layak, terutama bagi lansia sebagai pendekatan tambahan terhadap perawatan medis standar.Namun, karena keterbatasan bukti dari desain kuasi-eksperimental dan ukuran sampel kecil, penelitian lanjutan berupa uji coba terkontrol acak (RCT) berskala besar dengan protokol terstandardisasi dan periode tindak lanjut lebih lama sangat direkomendasikan untuk mengkonfirmasi efektivitas jangka panjang, keamanan, serta interaksi dengan terapi farmakologis, diiringi pengawasan profesional kesehatan.

Melihat potensi besar terapi komplementer dalam pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang penting untuk digali. Pertama, perlu dilakukan uji coba terkontrol secara acak (RCT) berskala besar yang tidak hanya menguji efektivitas jangka panjang masing-masing jenis terapi komplementer yang menjanjikan, seperti teh bunga telang atau senam hipertensi, tetapi juga membandingkan kombinasi terapi komplementer dengan pengobatan farmakologis standar. Studi ini dapat mengukur luaran yang lebih komprehensif, mencakup tidak hanya kadar glukosa dan tekanan darah, tetapi juga kualitas hidup, kepatuhan pasien, dan dampak psikososial, sehingga memberikan bukti yang lebih kuat untuk integrasi terapi ini dalam praktik klinis. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada penelusuran mekanisme biologis dan molekuler secara mendalam tentang bagaimana komponen aktif dalam terapi herbal (misalnya allicin dalam bawang putih atau polifenol dalam daun salam) memengaruhi jalur metabolik atau regulasi tekanan darah. Mengidentifikasi biomarker spesifik yang terpengaruh dapat menjelaskan secara ilmiah dasar efektivitas terapi ini dan membantu dalam pengembangan dosis yang optimal atau formulasi yang lebih efektif. Terakhir, sangat penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi penerimaan dan keberlanjutan terapi komplementer di berbagai populasi dan latar belakang sosio-ekonomi, terutama di kalangan lansia dan masyarakat pedesaan. Penelitian kualitatif atau studi kohort jangka panjang dapat menyelidiki hambatan dan fasilitator kepatuhan, serta mengevaluasi efektivitas biaya dari implementasi program terapi komplementer di tingkat komunitas. Dengan demikian, rekomendasi untuk praktik klinis dan kebijakan kesehatan dapat didasarkan pada bukti yang kokoh, holistik, dan relevan dengan kondisi nyata pasien.

  1. Literature review: Penanganan nonfarmakologi untuk penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus... ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/gikes/article/view/1703Literature review Penanganan nonfarmakologi untuk penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus ejournal poltekkesaceh ac index php gikes article view 1703
  2. Pengaruh senam kaki diabetes terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 | Badrujamaludin... doi.org/10.33024/hjk.v17i2.9660Pengaruh senam kaki diabetes terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 Badrujamaludin doi 10 33024 hjk v17i2 9660
  3. IMPLEMENTASI SENAM HIPERTENSI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA | Bhakti Sabha Nusantara. implementasi... doi.org/10.58439/bsn.v3i1.248IMPLEMENTASI SENAM HIPERTENSI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Bhakti Sabha Nusantara implementasi doi 10 58439 bsn v3i1 248
  4. Sitting Time Reduction and Blood Pressure in Older Adults: A Randomized Clinical Trial | Nutrition, Obesity,... doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.3234Sitting Time Reduction and Blood Pressure in Older Adults A Randomized Clinical Trial Nutrition Obesity doi 10 1001 jamanetworkopen 2024 3234
  5. Use of Complementary and Alternative Medicine Among Patients With Diabetes Mellitus: A Cross-Sectional... cureus.com/articles/284125-use-of-complementary-and-alternative-medicine-among-patients-with-diabetes-mellitus-a-cross-sectional-studyUse of Complementary and Alternative Medicine Among Patients With Diabetes Mellitus A Cross Sectional cureus articles 284125 use of complementary and alternative medicine among patients with diabetes mellitus a cross sectional study
  1. #terapi komplementer#terapi komplementer
  2. #latihan fisik#latihan fisik
Read online
File size208.09 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3qK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test