UNIKOMUNIKOM

Jurnal Wilayah dan KotaJurnal Wilayah dan Kota

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi permukiman setelah pelaksanaan program KOTAKU dan pencapaian program KOTAKU saat ini. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dengan metode checklist (Daftar Periksa) dan melihat dari evaluasi persepsi masyarakat setempat dengan menggunakan kuesioner sebanyak 94 responden. Penentuan sampel dengan random sampling (sampel secara acak) hasil data selanjutnya diolah dengan metode analisis de kriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pencapaian dari indikator yang terpenuhi dalam pelaksanaan programnya yaitu, Jalan Lingkungan (RW 01,03,14,15) yang terpenuhi, untuk drainase lingkungan hanya RW 02 yang terpenuhi, untuk indikator penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengolahan sampah dan pengaman kebakaran dari semua RW tidak tercapai dan hasil persepsi masyarakat menunjukan jalan lingkungan dinilai puas 80% masyarakat, untuk penyedian air bersih juga dinilai puas 70%, pengolahan air limbah 40% kurang puas, drainase lingkungan cukup puas 60%, pengelolaan persampahan 50 % cukup puas dan pengaman kebakaran 40 % kurang puas. Dari kriteria permukiman kumuh dari Peraturan Menteri Nomor 02 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuhdan perumahan kumuh. Kelurahan Lebakgede dinilai belum efektif dalam pelaksanaanya sebab tujuannya belum tercapai secara keseluruhan dalam meningkatkan akses infrastruktur perkotaan dalam penataan lingkungan permukiman kumuh.

Berdasarkan evaluasi terhadap pencapaian pelaksanaan program KOTAKU diketahui bahwa jalan lingkungan di sebagian besar RW telah terpenuhi, namun drainase lingkungan, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan, dan pengaman kebakaran masih belum optimal.Evaluasi persepsi masyarakat menunjukkan kepuasan yang bervariasi terhadap berbagai aspek program, dengan tingkat kepuasan yang lebih rendah pada pengolahan air limbah dan proteksi kebakaran.Secara keseluruhan, pelaksanaan program KOTAKU di Kelurahan Lebakgede belum mencapai tujuan utama dalam meningkatkan akses infrastruktur perkotaan dan menata lingkungan permukiman kumuh.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang menghambat pencapaian target drainase lingkungan, pengolahan air limbah, pengelolaan sampah, dan pengaman kebakaran, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model partisipasi masyarakat yang lebih efektif dalam perencanaan dan pelaksanaan program penataan permukiman kumuh, dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari setiap komunitas. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi inovasi teknologi dan pendekatan berbasis lingkungan dalam pengelolaan sampah dan air limbah, serta integrasinya dengan sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan.

  1. #air bersih#air bersih
  2. #biofilter air limbah#biofilter air limbah
Read online
File size582.38 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3qI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test