STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA

JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta

Skenario film Atas Nama Daun (2021) mengisahkan kisah nyata Fidelis Arie Sudewarto, seorang warga Indonesia yang harus menghadapi stigma sosial dan kriminalisasi karena menggunakan mariyuana medis untuk merawat istrinya yang menderita penyakit langka. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak stigma sosial terhadap hak‑asasi Fidelis sebagaimana digambarkan dalam film Atas Nama Daun (2022). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh melalui transkripsi film dan dianalisis dengan mengkategorikan pelanggaran hak‑asasi Fidelis ke dalam tiga kategori hak: hak sipil‑politik, hak ekonomi, sosial, dan budaya, serta hak kolektif dan solidaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial yang diterima Fidelis tidak hanya menyebabkan pelanggaran hak sipil‑politik seperti kehilangan perlakuan hukum yang adil, tetapi juga memengaruhi hak ekonomi, sosial, dan budaya seperti kehilangan peran sebagai kepala keluarga serta kerusakan kesejahteraan keluarga. Selain itu, stigma tersebut juga merampas hak kolektif dan solidaritas baik bagi Fidelis maupun komunitas pejuang mariyuana medis di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya advokasi kebijakan berbasis kemanusiaan dalam menangani kasus serupa serta melindungi hak komunitas terpinggirkan yang mengalami stigma di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa stigma sosial yang melekat pada pengguna ganja medis menyebabkan pelanggaran hak sipil‑politik, ekonomi, sosial‑budaya, serta hak kolektif dan solidaritas korban di Indonesia.Analisis terhadap film Atas Nama Daun mengungkap bahwa stigma tersebut diperkuat oleh struktur institusional seperti sistem hukum dan kebijakan narkotika, sehingga memperparah ketidakadilan hak asasi manusia.Temuan ini menegaskan urgensi reformasi kebijakan narkotika yang berlandaskan nilai kemanusiaan serta penyediaan ruang partisipasi aman bagi komunitas pasien guna melindungi hak‑hak mereka.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana advokasi kebijakan berbasis kemanusiaan dapat mengurangi stigma sosial terhadap pasien ganja medis di Indonesia, dengan mengukur perubahan persepsi masyarakat dan dampaknya pada akses layanan kesehatan. Studi komparatif antara kerangka hukum Indonesia dan negara-negara yang telah mengatur penggunaan ganja medis secara regulatif dapat memberikan wawasan tentang pengaruh regulasi terhadap pemenuhan hak sipil‑politik serta hak ekonomi dan sosial para pasien. Selain itu, penelitian mengenai platform partisipasi komunitas yang dikelola oleh pasien ganja medis dapat mengevaluasi bagaimana mekanisme kolaboratif ini meningkatkan suara kolektif dalam proses pembuatan kebijakan kesehatan, serta mengidentifikasi hambatan struktural yang masih ada. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif mendalam dan analisis kebijakan, ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang hak asasi manusia dalam konteks kebijakan narkotika dan memberikan dasar empiris bagi reformasi yang lebih inklusif.

Read online
File size290.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test