ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar Belakang: Pruritus yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis (CKD-aP) terutama terjadi pada pasien hemodialisis (HD) dan dapat berlanjut pada penerima transplantasi ginjal (KT). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan tingkat keparahan, korelasi faktor biokimia beragam, serta kualitas hidup (QoL) terkait pruritus pada CKD. Metode: Studi potong lintang dilakukan pada penerima HD dan KT dengan pruritus kronis, menggunakan Skala Gatal 5-Dimensional (5-D) dan Dermatology Life Quality Index (DLQI) untuk menilai keparahan pruritus dan QoL. Hasil: Dari 60 subjek, 76,7% pasien HD mengalami pruritus sedang hingga parah, sedangkan pada kelompok KT, 83,3% mengalami pruritus ringan (p < 0,001). Median skor DLQI masing‑masing adalah 5 (3–6) dan 3 (2–4) (p < 0,001). Terdapat korelasi antara hs‑CRP dengan skor 5‑D itch pada kelompok HD (r = 0,443; p < 0,05), sementara e‑GFR berkorelasi dengan skor 5‑D itch pada kelompok KT (r = −0,424; p < 0,05). Kesimpulan: Pruritus sedang hingga parah lebih umum pada pasien HD. Pruritus pada penerima KT memberikan dampak ringan pada QoL, sedangkan pada kelompok HD memberikan dampak ringan‑menengah. Terdapat korelasi antara hs‑CRP dan e‑GFR dengan tingkat keparahan pruritus pada masing‑masing kelompok.
Pasien hemodialisis lebih rentan terhadap pruritus berskala sedang hingga parah, sedangkan pruritus pada penerima transplantasi ginjal umumnya bersifat ringan.Pada pasien HD, gatal memberikan pengaruh ringan‑menengah terhadap kualitas hidup, sementara pada penerima KT, dampaknya bersifat minor.Terdapat korelasi positif antara hs‑CRP dan pruritus pada pasien HD, serta korelasi negatif antara e‑GFR dan pruritus pada penerima KT.
Penelitian longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara faktor biokimia (seperti hs‑CRP, e‑GFR, dan toksin uremik lainnya) dengan keparahan pruritus pada pasien HD dan penerima transplantasi ginjal. Studi intervensi yang menguji efek modifikasi regimen imunosenpresi (misalnya perubahan dosis atau jenis inhibitor kalkineurin) terhadap intensitas pruritus dan kualitas hidup pada penerima transplantasi ginjal. Analisis komprehensif mengenai peran stres oksidatif dan profil sitokin (IL‑6, IL‑31, TNF‑α) dalam patogenesis pruritus pada kedua kelompok, dengan penggunaan biomarker plasma dan evaluasi klinis. Penelitian ini dapat menggunakan desain kohort prospektif dengan ukuran sampel yang memadai untuk mendeteksi perubahan longitudinal selama minimal satu tahun. Pengukuran pruritus sebaiknya dilakukan dengan skala 5‑D itch dan DLQI yang telah divalidasi, serta penambahan alat penilai intensitas visual analog scale (VAS) untuk membandingkan konsistensi hasil. Analisis statistik meliputi model regresi multivariat untuk mengidentifikasi prediktor independen pruritus serta analisis jalur (path analysis) untuk memahami mekanisme mediasi antara faktor inflamasi dan fungsi ginjal. Hasil yang diharapkan dapat memberikan bukti kuat mengenai faktor‑faktor yang dapat dimodifikasi secara klinis untuk mengurangi beban pruritus pada pasien CKD. Penelitian ini juga dapat memberikan dasar bagi pengembangan terapi target, seperti agen anti‑inflamasi atau anti‑oksidan, yang disesuaikan dengan profil biomarker masing‑masing pasien. Dengan demikian, temuan tersebut akan memperluas pemahaman ilmiah serta meningkatkan kualitas hidup pasien CKD melalui intervensi yang lebih tepat. Implementasi hasil penelitian diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam pedoman klinis nasional untuk manajemen pruritus pada populasi hemodialisis dan transplantasi ginjal.
| File size | 2.45 MB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW The use of these media can increase students attention, understanding, and involvement in the learning process. PAI teachers are able to adjust learningThe use of these media can increase students attention, understanding, and involvement in the learning process. PAI teachers are able to adjust learning
IJNMSIJNMS Studi potong lintang dilakukan pada periode 1 Oktober hingga 12 Desember 2025 dengan melibatkan pasien dewasa pasca kraniotomi yang masuk secara berurutanStudi potong lintang dilakukan pada periode 1 Oktober hingga 12 Desember 2025 dengan melibatkan pasien dewasa pasca kraniotomi yang masuk secara berurutan
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 328), and between fluid intake management and dry body weight (p=0. 009, r=0. 302). The study concludes that there is a significant relationship between328), and between fluid intake management and dry body weight (p=0. 009, r=0. 302). The study concludes that there is a significant relationship between
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Terdapat perbedaan bermakna antara waktu pemulihan paska hemodialisis dengan dosis hemodialisis dengan p value 0. 007 (Pvalue < 0. 05), sebagian besarTerdapat perbedaan bermakna antara waktu pemulihan paska hemodialisis dengan dosis hemodialisis dengan p value 0. 007 (Pvalue < 0. 05), sebagian besar
MALAHAYATIMALAHAYATI Penelitian ini menemukan hubungan antara Pola Asuh, Pengetahuan Orang Tua, Status Ekonomi Keluarga, Asupan Makan, Penyakit Infeksi, Faktor Lingkungan,Penelitian ini menemukan hubungan antara Pola Asuh, Pengetahuan Orang Tua, Status Ekonomi Keluarga, Asupan Makan, Penyakit Infeksi, Faktor Lingkungan,
UMKLAUMKLA CKD diperkirakan terjadi pada 8-16% dari populasi dunia dan mengakibatkan harapan hidup yang jauh berkurang. Deteksi dini dan prediksi yang akurat terhadapCKD diperkirakan terjadi pada 8-16% dari populasi dunia dan mengakibatkan harapan hidup yang jauh berkurang. Deteksi dini dan prediksi yang akurat terhadap
UNUSAUNUSA Pasien (rasio M:F 2. 2:1, usia rata-rata 46. 9 ± 20 tahun). Spektrum kondisi klinis mencakup Covid (20%), penyakit hati (23%), politrauma (10. 4%), penyakitPasien (rasio M:F 2. 2:1, usia rata-rata 46. 9 ± 20 tahun). Spektrum kondisi klinis mencakup Covid (20%), penyakit hati (23%), politrauma (10. 4%), penyakit
CERICCERIC Namun demikian masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai factor-faktor yang memengaruhi. Pada perempuan dengan HIV positif mendapatkan sikap menyangkalNamun demikian masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai factor-faktor yang memengaruhi. Pada perempuan dengan HIV positif mendapatkan sikap menyangkal
Useful /
MALAHAYATIMALAHAYATI Dari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi. TemuanDari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi. Temuan
UNUSAUNUSA Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Spesimen diperiksa menggunakan metode rapid test. Data disajikan secaraSampel dalam penelitian ini berjumlah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Spesimen diperiksa menggunakan metode rapid test. Data disajikan secara
UNUSAUNUSA Prevalensi bakteriuria dalam penelitian ini adalah 26,0%. Peserta berusia 41-50 tahun memiliki kadar gula darah tertinggi (12,3 /-4,38mmol/L) dan tingkatPrevalensi bakteriuria dalam penelitian ini adalah 26,0%. Peserta berusia 41-50 tahun memiliki kadar gula darah tertinggi (12,3 /-4,38mmol/L) dan tingkat
UNUSAUNUSA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji eksopolisakarida kelompok L. casei yang diisolasi dari susu ibu. Metode yang digunakan meliputi gravimetri,Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji eksopolisakarida kelompok L. casei yang diisolasi dari susu ibu. Metode yang digunakan meliputi gravimetri,