UMWUMW

Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala WaluyaJurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya

Hasil wawancara dengan 10 keluarga lansia yang menderita hipertensi menemukan bahwa pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi masih rendah, hal ini dapat dilihat bahwa keluarga masih belum dapat mengurangi penggunaan garam dalam makanan yang mereka konsumsi, dan kebiasaan makan mereka masih belum teratur, lansia memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan asin. Delapan lansia mengatakan cemas akibat tekanan darah yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi dan kecemasan pada lansia terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Terpadu Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah total partisipan lansia yang mengunjungi posyandu usia 55-70 tahun ke atas di Bahomotefe Integrated Healthcare Center, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali dengan 165 kasus dengan sampel 54 responden. Tanggal diproses menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pengetahuan keluarga dengan tekanan darah dengan nilai X² yang dihitung (31,704 ˃ X² tabel (3,841), terdapat hubungan yang kuat antara kecemasan lansia dengan tekanan darah dengan nilai X² yang dihitung (12,777) ˃ X²tabel (3,841). Diharapkan Pihak Puskesmas selalu memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien hipertensi dan keluarga mereka mengenai manajemen hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kuat pengetahuan keluarga dan kecemasan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor spesifik dalam pengetahuan keluarga yang paling berpengaruh terhadap pengendalian tekanan darah pada lansia, misalnya dengan membedah jenis informasi diet hipertensi yang paling dibutuhkan dan efektif disampaikan kepada keluarga. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi lansia serta keluarga dalam menghadapi kecemasan terkait hipertensi, termasuk strategi koping yang mereka gunakan. Hal ini akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana kecemasan memengaruhi manajemen penyakit. Ketiga, penelitian intervensi perlu dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan lansia, serta program pengelolaan kecemasan yang terintegrasi dengan perawatan hipertensi. Program ini dapat melibatkan pendekatan kelompok, konseling individu, atau penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan sosial dalam mengelola hipertensi dan kecemasan.

Read online
File size163.12 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test