UMWUMW

Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala WaluyaJurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya

SO2 merupakan salah satu bahan pencemar yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Gas ini tidak berwarna dan berbau tajam dan dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, sinus, edema paru, bahkan berujung pada kematian. Tercemarnya udara di sekitar PLTU menyebabkan kesehatan lingkungan terganggu termasuk kualitas udara di sekitar rumah warga yang berada di sekitar PLTU. Hal ini dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernafasan pada warga sekitar mulai dari yang ringan hingga berat. Dalam rangka mengatasi pencemaran SO2 di lingkungan sekitar PLTU batubara, maka perlu adanya suatu sistem yang berfungsi untuk memantau adanya gas SO2 di pemukiman masyarakat sehingga dapat dilakukan pengukuran konsentrasi gas SO2. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang sistem monitoring emisi gas SO2 yang dapat mengolah data konsentrasi gas SO2 dan menampilkannya pada LCD. Metode penelitian ini adalah eksperimen di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa alat pendeteksi gas SO2 dapat didesain dengan menggunakan sensor MQ 136 dan mikrokontroler Arduino nano yang dilengkapi dengan pengontrol buzzer dan lampu indikator. Pengaturan kadar SO2 diatur dalam program Arduino sehingga ketika sensor gas mendeteksi gas SO2 yang melampaui batas yang ditentukan, maka buzzer dan lampu indikator merah akan menyala. Sensor dapat mendeteksi adanya gas SO2 sesuai dengan program yang telah diatur.

Berdasarkan hasil penelitian rancang bangun alat pendeteksi gas SO2 yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa alat pendeteksi gas SO2 dapat didesain dengan menggunakan sensor MQ 136 dan mikrokontroler Arduino nano yang dilengkapi dengan pengontrol buzzer dan lampu indikator apabila kadar SO2 diturunkan.Pengaturan kadar SO2 diatur dalam program Arduino sehingga ketika sensor gas mendeteksi gas SO2 yang melampaui batas yang ditentukan, maka buzzer dan lampu indikator merah akan menyala.Sensor dapat mendeteksi adanya gas SO2 sesuai dengan program yang telah diatur.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas dan cakupan sistem monitoring emisi gas SO2. Pertama, pengembangan sensor yang lebih sensitif dan selektif terhadap gas SO2 dapat meningkatkan akurasi pengukuran, terutama pada konsentrasi gas yang rendah. Hal ini penting untuk mendeteksi potensi pencemaran pada tahap awal dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Kedua, integrasi sistem monitoring dengan teknologi IoT (Internet of Things) memungkinkan data konsentrasi gas SO2 dapat dipantau secara real-time melalui platform online, sehingga memudahkan pemantauan oleh pihak terkait dan masyarakat luas. Selain itu, data yang terkumpul dapat dianalisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi pola pencemaran dan mengevaluasi efektivitas upaya pengendalian pencemaran. Ketiga, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan tekanan terhadap kinerja sensor MQ 136, sehingga dapat dilakukan kalibrasi yang lebih akurat dan meningkatkan keandalan sistem monitoring.

Read online
File size179.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test