MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA

Jurnal Bidan Mandira CendikiaJurnal Bidan Mandira Cendikia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil kelulusan OSCE pada mahasiswa D3 Kebidanan Bukittinggi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan 76 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian OSCE terstandarisasi nasional dan dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa kelas IIA kompeten pada station 2 (94,7%) dan station 4 (94,7%). Sebagian besar responden juga kompeten pada station 1 (57,9%) dan station 3 (55,3%). Sebagian besar mahasiswa kelas IIB kompeten pada station 2 (60,5%), station 3 (57,9%) dan station 4 (86,8%). Namun, sebagian besar responden tidak kompeten pada station 1 (60,5%) yaitu stase pemeriksaan ANC (Leopold). Kesimpulan, hampir sebagian besar responden lulus dalam ujian OSCE pada station 1-4. Untuk presentase kelulusan lebih besar kelas IIA daripada kelas IIB untuk keseluruhan perasat karena pada kelas IIB masih terdapat sebagian besar yang tidak lulus dalam stase. Maka, sebagai upaya preventif terhadap hasil kelulusan OSCE yang lebih baik perlu adanya peningkatan manajamen keterampilan hard skill dan soft skill pada mahasiswa dalam asuhan kebidanan terkhusus keterampilan pemeriksaan fisik kehamilan (Leopold).

Hampir sebagian besar responden lulus dalam ujian OSCE pada station 1-4.Presentase kelulusan lebih besar pada kelas IIA dibandingkan kelas IIB karena kelas IIB masih terdapat sebagian besar yang tidak lulus dalam stase.Oleh karena itu, peningkatan manajemen keterampilan hard skill dan soft skill pada mahasiswa dalam asuhan kebidanan, khususnya keterampilan pemeriksaan fisik kehamilan (Leopold), menjadi upaya preventif untuk meningkatkan hasil kelulusan OSCE.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kompetensi mahasiswa dalam stase pemeriksaan ANC (Leopold), seperti kualitas pelatihan, ketersediaan alat praktik, atau tingkat kepercayaan diri mahasiswa. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan untuk menginvestigasi hubungan antara soft skills mahasiswa dengan hasil OSCE, sehingga dapat dirumuskan strategi pengembangan soft skills yang efektif. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory dapat digunakan untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menghadapi OSCE, termasuk faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan dan strategi koping yang mereka gunakan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, program pelatihan OSCE dapat dirancang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi dan mengurangi kecemasan mahasiswa.

Read online
File size209.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test