ARIPIARIPI

Mutiara Pendidikan dan OlahragaMutiara Pendidikan dan Olahraga

Pertumbuhan pesat era digital secara signifikan mengurangi aktivitas fisik anak, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia sekolah dasar. Kebiasaan penggunaan gawai yang berlebihan menyebabkan anak cenderung pasif dan kurang terlibat dalam aktivitas gerak yang terstruktur. Fundamental Movement Skills (FMS), sebagai dasar kompetensi motorik yang meliputi keterampilan lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, menunjukkan perkembangan yang semakin kurang optimal pada anak usia dini dan usia sekolah. Penelitian ini mengkaji kontribusi FMS terhadap perkembangan motorik anak serta mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis FMS, khususnya permainan ular tangga yang dimodifikasi, dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar siswa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif–korelasional dengan melibatkan 40 siswa berusia 6–9 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2), rubrik observasi terstruktur, dan dokumentasi pendukung. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antarvariabel. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pendidikan jasmani yang lebih inovatif, adaptif, dan menyenangkan guna mendukung perkembangan motorik anak di tengah tantangan era digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan Fundamental Movement Skills (FMS) anak usia 6–9 tahun berada pada kategori sedang, dengan kemampuan lokomotor dan manipulatif yang berkembang secara independen dan tidak menunjukkan hubungan signifikan.Kondisi ini menunjukkan perlunya pembelajaran FMS yang lebih terarah dan pemisahan fokus latihan pada kedua aspek tersebut.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar guru PJOK menerapkan program latihan FMS secara sistematis, menyediakan kesempatan gerak yang lebih banyak, serta memanfaatkan media pembelajaran yang menarik seperti permainan ular tangga untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan motorik anak.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai peran FMS dalam perkembangan motorik anak. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai model pembelajaran FMS, seperti pendekatan berbasis permainan atau integrasi FMS dalam mata pelajaran lain. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengimplementasikan program FMS di sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat keberhasilan program tersebut. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri dampak jangka panjang dari penguasaan FMS terhadap perkembangan motorik, kesehatan, dan prestasi akademik anak di kemudian hari. Dengan menggabungkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, serta melakukan penelitian longitudinal, pemahaman mengenai peran FMS dalam perkembangan anak dapat semakin komprehensif dan memberikan dasar bagi pengembangan program pendidikan yang lebih efektif dan relevan.

  1. Survei Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran PJOK di SD Se Kabupaten Pasuruan | Mutiara Pendidikan... ejournal.aripi.or.id/index.php/mupeno/article/view/652Survei Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran PJOK di SD Se Kabupaten Pasuruan Mutiara Pendidikan ejournal aripi index php mupeno article view 652
  2. Gerak Dasar sebagai Fondasi: Peran Fundamental Movement Skills dalam Pembentukan Motorik Anak Sekolah... ejournal.aripi.or.id/index.php/mupeno/article/view/833Gerak Dasar sebagai Fondasi Peran Fundamental Movement Skills dalam Pembentukan Motorik Anak Sekolah ejournal aripi index php mupeno article view 833
Read online
File size441 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test