NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO

Moderasi : Journal of Islamic StudiesModerasi : Journal of Islamic Studies

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi nilai-nilai sosial Quran melalui tafsir tarbawi atas prinsip pendidikan sosial yang terkandung dalam Surah Al‑Hujurat ayat 11–13. Dengan desain penelitian kualitatif berbasis kajian literatur, peneliti menelaah karya tafsir klasik dan kontemporer, kajian pendidikan Islam, serta teori sosial yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa ajaran Quran—termasuk larangan mencela, menjaga martabat manusia, menghindari prasangka, tidak mencari-cari kesalahan, menghindari ghibah, serta memperkuat persaudaraan—berfungsi sebagai prinsip pendidikan sosial yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan modern. Pendekatan tarbawi mengungkapkan bahwa nilai‑nilai ini tidak sekadar normatif, melainkan memiliki potensi transformasional dalam membentuk pembelajar yang berinteraksi secara etis, inklusif, dan hormat dalam masyarakat yang beragam.

Ayat 11–13 Surah Al‑Hujurat membentuk kerangka etika sosial Quran yang komprehensif dan relevan untuk pendidikan karakter era modern, menekankan komunikasi etis, kontrol prasangka, etika informasi, serta kesetaraan multikultural.Integrasi tafsir klasik‑kontemporer dengan literatur modern menunjukkan bahwa prinsip‑prinsip ini dapat dioperasionalkan dalam kurikulum untuk mengatasi perundungan, disinformasi, dan diskriminasi.Dengan demikian, nilai‑nilai Quran berpotensi menjadi sumber epistemik bagi pengembangan model pendidikan karakter yang responsif terhadap kompleksitas sosial dan digital abad ke‑21.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan prinsip‑prinsip tafsir tarbawi pada ayat 11–13 Surah Al‑Hujurat dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan karakter di sekolah menengah melalui desain pembelajaran berbasis proyek, serta mengukur dampaknya terhadap perilaku anti‑bullying dan sikap inklusif siswa; (2) melakukan studi empiris kuantitatif yang menguji hubungan antara pemahaman nilai sosial Quran yang diajarkan secara digital (misalnya modul literasi digital berbasis etika Quran) dengan tingkat persepsi keamanan digital dan kemampuan menolak disinformasi di kalangan remaja, dengan menggunakan metode survei longitudinal; serta (3) mengkaji efektivitas model pelatihan guru yang menggabungkan tafsir klasik‑kontemporer dengan pendekatan psikologi sosial dalam meningkatkan kompetensi multikultural dan empati guru, melalui penelitian tindakan kelas yang melibatkan observasi, refleksi, dan analisis kebijakan sekolah. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat menutup kesenjangan antara teori etika Quran dan praktik pendidikan modern, sekaligus memberikan bukti empiris bagi kebijakan pendidikan nasional dalam era digital.

  1. I tweet honestly, I tweet passionately: Twitter users, context collapse, and the imagined audience -... doi.org/10.1177/1461444810365313I tweet honestly I tweet passionately Twitter users context collapse and the imagined audience doi 10 1177 1461444810365313
  2. 0. f3okh 5a vc ln ly zsi qry lv jt sv m8 vsg doi.org/10.3389/fpsyg.2021.6812990 f3okh 5a vc ln ly zsi qry lv jt sv m8 vsg doi 10 3389 fpsyg 2021 681299
Read online
File size315.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test