UNSULTRAUNSULTRA

Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pada pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya pada pembangunan gedung bertingkat SDN 16 Pinrang. Penjadwalan proyek sebelumnya menggunakan metode Bar Chart yang tidak mampu mengidentifikasi ketergantungan aktivitas secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Critical Path Method (CPM) dalam penjadwalan proyek pembangunan gedung bertingkat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, observasi lapangan, dan analisis data sekunder Bill of Quantities (RAB). Hasil menunjukkan bahwa metode CPM efektif dalam mengidentifikasi aktivitas kritis yang menentukan durasi total proyek; dari 10 aktivitas, lima merupakan non‑kritis dengan slack time yang dapat dimanfaatkan untuk percepatan tanpa memengaruhi jalur kritis utama. Dengan optimalisasi pekerjaan paralel dan pemanfaatan slack time, durasi proyek dapat dipersingkat dari 26 minggu menjadi 18 minggu, menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 431.525.263,65 atau sekitar 23,55 % dari total anggaran awal.

Penerapan Critical Path Method (CPM) pada proyek pembangunan SDN 16 Pinrang berhasil mengidentifikasi sepuluh aktivitas jalur kritis, dimana lima aktivitas non‑kritis memiliki slack time yang dapat dimanfaatkan untuk percepatan tanpa mengubah jalur kritis.Dengan mengoptimalkan kerja paralel dan memanfaatkan slack time, durasi proyek dipercepat dari 26 minggu menjadi 18 minggu serta biaya proyek berkurang sebesar Rp 431.263,65 atau sekitar 23,55 % dari anggaran awal.Strategi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, tetapi juga memastikan penggunaan sumber daya yang optimal serta mempertahankan kualitas konstruksi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penerapan metode jaringan penjadwalan lain, seperti Program Evaluation Review Technique (PERT), untuk membandingkan keakuratan estimasi durasi dan toleransi risiko pada proyek serupa, sehingga dapat menentukan kombinasi metode yang paling efektif dalam konteks proyek pembangunan gedung bertingkat di daerah dengan sumber daya terbatas. Selanjutnya, studi lanjutan dapat mengkaji pengaruh integrasi teknologi Building Information Modeling (BIM) dengan CPM dalam meningkatkan koordinasi antar‑disiplin serta mengurangi terjadinya konflik desain yang berpotensi menambah waktu dan biaya, dengan menguji penerapan pada beberapa proyek multi‑story yang berbeda skala. Terakhir, penelitian dapat memperluas analisis dengan memasukkan variabel manajemen risiko, seperti fluktuasi harga material dan ketidakpastian cuaca, untuk mengembangkan model penjadwalan adaptif yang dapat menyesuaikan rencana secara dinamis berdasarkan kondisi lapangan, sehingga memperkuat ketahanan proyek terhadap gangguan eksternal.

Read online
File size510.24 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test