UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Proyek Apartemen Grand Shamaya Surabaya merupakan salah satu proyek gedung tinggi di Surabaya yang dibangun di atas lahan yang memiliki kondisi tanah yang buruk dan sempit serta berada di antara gedung tinggi yang berdekatan. Pada pekerjaan basement gedung ini memerlukan metode pelaksanaan yang tepat karena metode pelaksanaan ini sangat berpengaruh terhadap ketercapaian tujuan proyek (biaya, mutu dan waktu). Oleh karena itu perlu adanya analisa yang mendalam dengan mempertimbangkan semua variabel yang berpengaruh dalam penentuan metode konstruksi. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan untuk membantu dalam pengambilan keputusan metode konstruksi yang tepat adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini memiliki kemampuan dalam menyusun skala prioritas (sebagai faktor bobot) dari variabel yang kompleks dan mudah diaplikasikan, sehingga metode ini dapat dijadikan alat untuk pengambilan keputusan penentuan metode konstruksi yang mudah dan cepat. Pengambilan data dilakukan melalui kuisioner dan indepth interview dengan responden yang memiliki kepakaran (pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang baik dalam penyusunan metode konstruksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP ini dapat disusun sebagai sistem pengambilan keputusan penentuan metode konstruksi pekerjaan basement dengan tepat. Bobot prioritas yang dihasilkan dari AHP dapat dijadikan parameter untuk menentukan nilai keputusan penentuan metode konstruksi berdasarkan ketersediaan sumber daya yang dimiliki pada proyek tersebut.

Metode AHP dapat digunakan untuk menentukan bobot prioritas kriteria variabel penyusun metode konstruksi, dengan mutu (63,75%) sebagai prioritas utama, diikuti waktu (26,65%) dan biaya (9,60%).Model DSS dapat dibangun menggunakan hasil AHP yang dimodifikasi dan diverifikasi melalui Data Management System serta Model Analisis Data.Hasil model DSS berbasis AHP menghasilkan keputusan yang konsisten dengan proyek studi kasus, terbukti melalui validasi model.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi teknologi pengumpulan data otomatis, seperti sensor lapangan atau sistem IoT, ke dalam model DSS untuk mengurangi ketergantungan pada input manual dan meningkatkan akurasi data sumber daya. Selanjutnya, diperlukan pengembangan model keputusan yang mencakup lebih banyak alternatif metode konstruksi serta penerapan teknik multi‑kriteria lain, misalnya fuzzy AHP atau TOPSIS, guna menilai keandalan dan sensitivitas hasil dibandingkan dengan pendekatan AHP tradisional. Terakhir, penting untuk menguji validitas dan keandalan model DSS pada berbagai jenis proyek konstruksi (misalnya proyek perumahan, perkantoran, atau infrastruktur) dan pada kondisi geografis yang berbeda, sehingga dapat menilai generalisasi serta adaptabilitas model dalam konteks lingkungan dan regulasi yang beragam.

  1. Analisis Prioritas Pembangunan Embung Metode Cluster Analysis, AHP dan Weighted Average (Studi Kasus:... ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/11236Analisis Prioritas Pembangunan Embung Metode Cluster Analysis AHP dan Weighted Average Studi Kasus ejournal undip ac index php mkts article view 11236
  2. Computerized DSS for Construction Conflict Resolution under Uncertainty | Journal of Construction Engineering... ascelibrary.org/doi/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0000239Computerized DSS for Construction Conflict Resolution under Uncertainty Journal of Construction Engineering ascelibrary doi 10 1061 ASCE CO 1943 7862 0000239
Read online
File size216.69 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test