UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Fenomena ketimpangan sosial, pembungkaman suara masyarakat, dan dominasi kekuasaan semakin sering direpresentasikan melalui media populer, termasuk musik. Lagu ―1984‖ oleh Superman is Dead hadir sebagai bentuk kritik sosial terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kritik sosial lagu ―1984‖ direpresentasikan dalam lirik yang menggunakan pendekatan semiotika dikombinasikan dengan konsep representasi. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan teknik analisis semiotik terhadap tanda, simbol, dan makna dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini menyampaikan otoritarianisme, ketimpangan sosial, budaya konsumerisme, dan manipulasi kekuasaan melalui penggunaan diksi, simbol, serta narasi yang menggugah kesadaran. Lagu ini juga berfungsi sebagai media perlawanan dan penyadaran sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi kritis dan menunjukkan bahwa musik dapat menjadi instrumen efektif dalam mengartikulasikan pesan sosial dan ideologis secara mendalam.

Lagu 1984 karya Superman Is Dead secara efektif merepresentasikan kritik sosial melalui simbolisme dan konotasi yang kuat.Lagu ini menggambarkan dunia yang dikendalikan oleh kekuasaan otoriter, manipulasi informasi, dan ketidakadilan sosial.Melalui liriknya, lagu ini mengajak pendengar untuk membangun kesadaran kritis terhadap narasi dominan dan melawan sistem yang menindas.Dengan demikian, lagu ini tidak hanya menjadi ekspresi emosional, tetapi juga seruan intelektual untuk perubahan sosial.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan representasi kritik sosial dalam lagu 1984 dengan karya seni lainnya, seperti film atau novel, untuk melihat persamaan dan perbedaan pendekatan. Selain itu, penelitian dapat menggali lebih dalam bagaimana pendengar menginterpretasikan pesan kritik sosial dalam lagu tersebut, dengan mempertimbangkan latar belakang sosial, budaya, dan politik mereka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi musik sebagai alat untuk memobilisasi gerakan sosial dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih adil dan inklusif, dengan menganalisis bagaimana lagu-lagu seperti 1984 dapat menginspirasi aksi kolektif dan memperkuat solidaritas di antara kelompok-kelompok yang termarginalkan.

  1. KRITIK SOSIAL MASALAH KELUARGA DAN KEBUDAYAAN DALAM NOVEL BEDEBAH DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE | Jamlean... ojs.unm.ac.id/Indonesia/article/view/62181KRITIK SOSIAL MASALAH KELUARGA DAN KEBUDAYAAN DALAM NOVEL BEDEBAH DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE Jamlean ojs unm ac Indonesia article view 62181
  2. KONDISI DAN KRITIK SOSIAL PADA ERA MILENIAL DALAM PUISI “SALAHKAH MELANGKAH” KARYA FIERSA... prin.or.id/index.php/JURRIBAH/article/view/138KONDISI DAN KRITIK SOSIAL PADA ERA MILENIAL DALAM PUISI AuSALAHKAH MELANGKAHAy KARYA FIERSA prin index php JURRIBAH article view 138
Read online
File size296.62 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test