STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi IslamAl-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi IslamPoligami merupakan salah satu persoalan paling kontroversial dalam hukum keluarga Islam. Al-Quran (QS. An-Nisā: 3) memperbolehkan laki-laki menikahi hingga empat istri dengan syarat berlaku adil. Secara historis, ayat ini dipahami sebagai keringanan (rukhsah) dan solusi sosial pada masa awal Islam untuk melindungi janda dan anak yatim pasca peperangan. Namun, idealitas syariat yang menekankan keadilan dan kemaslahatan sering sulit diwujudkan dalam realitas modern. Di satu sisi, poligami dianggap sebagai ketentuan ilahi dengan hikmah menjaga keturunan, mencegah zina, dan memberi perlindungan bagi perempuan. Di sisi lain, praktik poligami kontemporer kerap menimbulkan persoalan psikologis, ekonomi, hukum, serta isu kesetaraan gender dan HAM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-teologis dan sosiologis. Data diperoleh dari literatur tafsir, hadis, fikih klasik, dan kajian kontemporer tentang hukum keluarga Islam serta gender. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menitikberatkan pada maqāṣid al-sharīah, khususnya prinsip keadilan (adl) dan kemaslahatan (maṣlaḥah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami mengandung nilai luhur, tetapi implementasinya sangat bergantung pada kemampuan memenuhi syarat keadilan. Dalam konteks sekarang, poligami sering berbenturan dengan norma sosial, hukum nasional, dan wacana kesetaraan gender. Karena itu, poligami sebaiknya dipandang bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai pilihan terbatas dengan pertimbangan moral, spiritual, dan sosial yang matang.
Poligami dalam Islam memiliki dua dimensi, yaitu idealitas syariat yang menekankan keadilan serta realitas sosial modern yang menimbulkan tantangan.Meskipun secara normatif poligami diatur sebagai solusi sosial untuk melindungi janda dan anak yatim, pelaksanaannya sering menghadapi problematika psikologis, ekonomi, hukum, dan isu kesetaraan gender.Oleh karena itu, poligami sebaiknya dipahami sebagai opsi terbatas yang hanya dapat diterapkan bila memenuhi syarat keadilan serta mempertimbangkan aspek moral, spiritual, dan sosial secara matang.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara empiris bagaimana persepsi dan pengalaman istri serta anak-anak dalam keluarga poligami di Indonesia, dengan menggunakan metode survei dan wawancara mendalam untuk mengungkap dampak psikologis dan sosial yang belum terukur secara luas. Selain itu, studi komparatif antara penerapan regulasi poligami di Indonesia dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya dapat memperlihatkan perbedaan efektivitas kebijakan dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak, serta mengidentifikasi faktor-faktor budaya dan hukum yang memengaruhi kepatuhan. Selanjutnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif ekonomi, hukum, dan gender dapat mengevaluasi apakah model pendukung ekonomi keluarga poligami dapat dijalankan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan ketidakadilan, serta menguji skenario kebijakan alternatif yang mengutamakan keadilan (adl) dan kemaslahatan (maṣlaḥah) dalam konteks modern. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pembaruan regulasi dan praktik poligami yang lebih adil dan relevan dengan nilai-nilai hak asasi manusia.
| File size | 318.26 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Guru berperan aktif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, adaptif, dan berbasis iman Kristiani, meskipun menghadapi tantangan sepertiGuru berperan aktif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, adaptif, dan berbasis iman Kristiani, meskipun menghadapi tantangan seperti
UIN SUSKAUIN SUSKA Untuk itu, diperlukan kurikulum yang relevan, guru yang berkualitas, pemanfaatan teknologi yang efektif, serta dukungan dari keluarga dan masyarakat. PendidikanUntuk itu, diperlukan kurikulum yang relevan, guru yang berkualitas, pemanfaatan teknologi yang efektif, serta dukungan dari keluarga dan masyarakat. Pendidikan
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus kualitatif, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. InformanPenelitian ini dilakukan melalui studi kasus kualitatif, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Informan
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, melibatkan 20 siswa yang dipilih secara purposif dari MTs Al-WashliyahPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, melibatkan 20 siswa yang dipilih secara purposif dari MTs Al-Washliyah
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Strategi yang diterapkan meliputi penanaman disiplin waktu di kelas, penggunaan planner harian, pembuatan daftar tugas, penerapan teknik Pomodoro, sertaStrategi yang diterapkan meliputi penanaman disiplin waktu di kelas, penggunaan planner harian, pembuatan daftar tugas, penerapan teknik Pomodoro, serta
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolahMenggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah
TAMANLITERATAMANLITERA Strategi simbolik ditunjukkan melalui pembangunan masjid dan penggunaan atribut keislaman secara tampak sebagai penegasan identitas. Temuan ini menantangStrategi simbolik ditunjukkan melalui pembangunan masjid dan penggunaan atribut keislaman secara tampak sebagai penegasan identitas. Temuan ini menantang
UM SURABAYAUM SURABAYA Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik ini dalam perspektif hukum Islam untuk memberikan solusi yang tepat dan mencegahOleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik ini dalam perspektif hukum Islam untuk memberikan solusi yang tepat dan mencegah
Useful /
UNISMUHUNISMUH Dengan desain kuasi‑eksperimental metode campuran, penelitian melibatkan kohort siswa dan guru di SMP Negeri 18 Kota Malang, menggunakan kuesioner tervalidasi,Dengan desain kuasi‑eksperimental metode campuran, penelitian melibatkan kohort siswa dan guru di SMP Negeri 18 Kota Malang, menggunakan kuesioner tervalidasi,
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Namun praktik di lapangan masih menunjukkan ketidaksesuaian norma dan pelaksanaan akibat definisi yang belum jelas, sehingga diperlukan penyempurnaan regulasiNamun praktik di lapangan masih menunjukkan ketidaksesuaian norma dan pelaksanaan akibat definisi yang belum jelas, sehingga diperlukan penyempurnaan regulasi
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang berfokus pada implementasi Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 501/184/429.107/2023Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang berfokus pada implementasi Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 501/184/429.107/2023
UIN SUSKAUIN SUSKA Selain itu, evaluasi kontinu tetap diperlukan untuk memperbaiki elemen-elemen tertentu berdasarkan masukan dari guru, seperti penyesuaian tata bahasa atauSelain itu, evaluasi kontinu tetap diperlukan untuk memperbaiki elemen-elemen tertentu berdasarkan masukan dari guru, seperti penyesuaian tata bahasa atau