JOURNAL JPSJOURNAL JPS

Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and Sciences

Formalin masih sering disalahgunakan sebagai pengawet tahu putih meskipun dilarang penggunaannya dalam pangan karena bersifat toksik, iritatif, dan karsinogenik. Oleh karena itu, pemantauan keberadaannya di pasar tradisional memerlukan metode deteksi yang sederhana, akurat, dan tervalidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan formalin pada tahu putih yang dijual di pasar tradisional Kota Surakarta serta membandingkan dan memvalidasi tiga metode uji kualitatif formalin (reagen Nash, KMnO4, dan Schiff) yang dikombinasikan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT).

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 10 sampel tahu putih yang diambil dari lima pasar tradisional di Kota Surakarta, dapat disimpulkan bahwa penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet masih ditemukan, ditunjukkan dengan teridentifikasinya tiga pasar yang sampel tahunya positif mengandung formalin dan berasal dari produsen yang berbeda.Hasil validasi metode menunjukkan bahwa uji batas deteksi (LOD) menggunakan reagen Nash memiliki sensitivitas tertinggi dengan kemampuan mendeteksi formalin hingga sekitar 3,12 ppm sehingga direkomendasikan sebagai metode skrining awal, sementara metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) efektif sebagai uji konfirmasi dengan sensitivitas sekitar 6,25 ppm.Reagen Schiff dan KMnO4 hanya memberikan respon yang jelas pada konsentrasi formalin yang lebih tinggi, masing-masing sekitar 25 ppm dan 50 ppm, sehingga kurang sesuai untuk deteksi kadar rendah meskipun tetap menunjukkan selektivitas yang baik.Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi uji pereaksi Nash dan KLT direkomendasikan sebagai prosedur skrining dan konfirmasi yang sensitif, spesifik, relatif sederhana, serta berpotensi diterapkan dalam program pengawasan formalin pada tahu putih di pasar tradisional.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan metode deteksi formalin yang lebih sensitif dan spesifik, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti waktu analisis, biaya, dan kemudahan penerapan di lapangan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode skrining awal yang lebih sederhana dan cepat, serta metode konfirmasi yang lebih akurat dan dapat diterapkan secara luas di pasar tradisional. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan, serta mengidentifikasi sumber-sumber formalin yang digunakan dalam tahu putih. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada upaya pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan formalin dalam tahu putih, serta meningkatkan keamanan pangan di pasar tradisional.

  1. ARTIKEL REVIEW: ANALISIS BAHAN KIMIA KLORIN DAN FORMALDEHIDA DALAM TISU | ISTA Online Technologi Journal.... doi.org/10.62702/ion.v6i1.130ARTIKEL REVIEW ANALISIS BAHAN KIMIA KLORIN DAN FORMALDEHIDA DALAM TISU ISTA Online Technologi Journal doi 10 62702 ion v6i1 130
  2. Qualitative Analysis of Formalin Content in White Tofu at Traditional Markets in Surakarta | Journal... doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i1.1278Qualitative Analysis of Formalin Content in White Tofu at Traditional Markets in Surakarta Journal doi 10 36490 journal jps v9i1 1278
Read online
File size708.89 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test