UNIRA MALANGUNIRA MALANG

AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesAL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies

Penelitian ini diawali dengan adanya kurang pahamnya masyarakat tentang pengertian gender serta kesetaraan gender pendapat tersebut terdapat pada beberapa buku karya Husein Muhammad sehingga menimbulkan ketidakadilan gender (marginalisasi, subordinasi, stereotype, double burden dan kekerasan) yang sering menimpa perempuan yang menjadi korbannya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan menurut Husein Muhammad? Dan membahas tentang bagaimana relevansi konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan terhadap tujuan pendidikan agama Islam?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan menurut Husein Muhammad serta untuk mengetahui relevansi konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan terhadap tujuan pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pemikiran tokoh dengan menggunkan jenis penelitian studi pustaka (library reseach) Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dokumentasi dan wawancara dengan tokoh. Analisis data yang digunakan adalah Analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini pertama: bahwa konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan menurut Husein Muhammad adalah ide atau gagasan yang terdiri dari beberapa pengetahuan yaitu tentang pengertian gender, bias gender dan peran gender yang selalu menekankan bahwa perlunya suatu keputusan fikih perempuan pada realitas yang berkembang baik sosial, ekonomi, maupun politik. fikih perempuan terdiri dari fikih perempuan dalam rumah tangga, fikih perempuan dalam ibadah, fikih perempuan dalam pernikahan, fikih perempuan dalam kesehatan berkeluarga dan fikih perempuan dalam politik. Konsep paradigma feminisme menurut Husein Muhammad yaitu menggunakan gagasan tauhid dalam relasi gender, prinsip maqasid syariah dan metodologi tafsir perspektif gender. Kedua: relevansi konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan menurut Husein Muhammad dengan tujuan pendidikan agama Islam ialah terdapat (a) dimensi keimanan yang relevan dengan gagasan tauhid relasi gender antara laki-laki dan perempuan, (b) dimensi penalaran yaitu relevan dengan bahwa perempuan berperan aktif dalam fikiran secara intelektual, (c) dimensi penghayatan yang relevan dengan bahwa perempuan mampu memahami makna gender dan mengaktualisasikannya, (d) dimensi pengamalan yang relevan dengan perempuan mampu berperan aktif dalam ranah domestik dan publik, dan (e) dimensi nilai‑nilai yang sesuai dengan prinsip maqasid syariah.

Penelitian menunjukkan bahwa konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan menurut Husein Muhammad mencakup dimensi keimanan, penalaran, penghayatan, pengamalan, dan nilai yang selaras dengan maqasid syariah.Konsep tersebut relevan dengan tujuan pendidikan agama Islam karena dapat memperkuat pemahaman tauhid, partisipasi intelektual perempuan, dan penerapan nilai keadilan gender dalam konteks sosial, ekonomi, dan politik.Dengan demikian, penerapan fikih berwawasan gender dapat mendukung pembentukan generasi muslim yang berkeadilan dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan agama.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan konsep kesetaraan gender dalam fikih perempuan pada kurikulum madrasah memengaruhi sikap siswa terhadap peran gender, sehingga dapat memberikan gambaran praktis tentang perubahan persepsi generasi muda. Selain itu, studi kualitatif yang menelusuri tantangan dan peluang bagi ulama perempuan dalam menerapkan paradigma Husein Muhammad di masjid‑masjid kontemporer Indonesia akan memperkaya pemahaman tentang dinamika kepemimpinan religius gender‑aware. Selanjutnya, penelitian eksperimental dapat mengevaluasi efektivitas media digital (seperti aplikasi mobile atau platform video) dalam menyebarkan pengetahuan fikih perempuan yang sensitif gender kepada masyarakat luas, serta mengukur dampaknya terhadap penurunan tindak kekerasan berbasis gender. Kombinasi ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperluas basis empiris bagi pengembangan pendidikan agama Islam yang inklusif, memperkuat peran perempuan dalam ruang publik, dan mengurangi ketimpangan gender di lingkungan agama.

Read online
File size839.35 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test