STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniAr-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniPerkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan interpersonal anak di masa depan. Namun, pembelajaran yang kurang melibatkan aktivitas sosial kolaboratif sering kali menghambat perkembangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh permainan tradisional ular naga terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di TK Insan Masagena. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe pretest-posttest control group design. Hasil menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) = 0,012 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen. Dengan demikian, permainan ular naga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak. Temuan ini menyiratkan bahwa penerapan permainan tradisional di lingkungan pendidikan anak usia dini dapat menjadi strategi efektif dalam mengoptimalkan aspek sosial dan emosional anak secara alami dan menyenangkan. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memperkuat literatur mengenai integrasi budaya lokal ke dalam pendekatan pembelajaran yang holistik dan kontekstual di PAUD, serta mendorong revitalisasi permainan tradisional sebagai media stimulasi perkembangan anak.
Penerapan permainan tradisional ular naga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di TK Insan Masagena.Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam hal kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, ketaatan pada aturan, serta keterampilan dalam mengelola emosi dan mengatur diri sendiri.Beberapa anak juga mulai menunjukkan perilaku prososial, seperti empati dan kesediaan membantu teman.Interaksi langsung dalam konteks permainan kelompok memberikan pengalaman nyata yang memungkinkan anak belajar menghadapi konflik kecil, membangun hubungan sosial, serta merespons emosi orang lain secara lebih adaptif.Hal ini berkontribusi signifikan terhadap aspek emosional anak, termasuk kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan perasaan, serta meningkatkan rasa percaya diri.Temuan ini menguatkan teori perkembangan sosial emosional yang menyatakan bahwa aktivitas bermain yang melibatkan kolaborasi dan interaksi sosial intensif merupakan media efektif dalam mendukung perkembangan anak usia prasekolah.Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional, khususnya ular naga, dapat diintegrasikan secara strategis ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai sarana untuk menstimulasi aspek sosial emosional anak secara kontekstual dan menyenangkan.Pendidik PAUD dapat memanfaatkan permainan ini sebagai pendekatan pembelajaran aktif yang tidak hanya memperkaya pengalaman bermain anak, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial dan emosional yang menjadi dasar bagi kesiapan belajar selanjutnya.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: . 1. Menganalisis dampak permainan tradisional lainnya, seperti congklak atau petak umpet, terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan efek dari berbagai permainan tradisional pada aspek-aspek sosial emosional yang berbeda, seperti kemampuan berempati, kerja sama, dan pengendalian emosi. . 2. Mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung dan memfasilitasi permainan tradisional di rumah. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana orang tua dapat menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi sosial dan bermain tradisional, serta bagaimana hal ini dapat berdampak pada perkembangan sosial emosional anak. . 3. Mengkaji efek jangka panjang dari permainan tradisional terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan follow-up terhadap anak-anak yang terlibat dalam permainan tradisional selama beberapa tahun, untuk melihat apakah manfaatnya bertahan dan bagaimana hal ini mempengaruhi perkembangan sosial emosional mereka di masa depan.
| File size | 295.46 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu yang meliputi pemerataan akses teknologi, peningkatan kompetensi guru, pendampingan siswa, dan integrasiOleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu yang meliputi pemerataan akses teknologi, peningkatan kompetensi guru, pendampingan siswa, dan integrasi
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Hal ini menunjukkan bahwa boneka tangan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memfasilitasi ekspresi gagasan, memperluas kosakata, dan meningkatkanHal ini menunjukkan bahwa boneka tangan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memfasilitasi ekspresi gagasan, memperluas kosakata, dan meningkatkan
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Keterbatasan waktu dan sarana serta kurangnya refleksi pascapembelajaran juga menjadi hambatan. Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan penguatan kompetensiKeterbatasan waktu dan sarana serta kurangnya refleksi pascapembelajaran juga menjadi hambatan. Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan penguatan kompetensi
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Pembiasaan tersebut meliputi kebiasaan memberi salam, berbagi, berdoa, kerja kelompok, dan menggunakan bahasa sopan. Faktor pendukung keberhasilan strategiPembiasaan tersebut meliputi kebiasaan memberi salam, berbagi, berdoa, kerja kelompok, dan menggunakan bahasa sopan. Faktor pendukung keberhasilan strategi
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pemberian tes dan kegiatan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah statistik deskriptifMetode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pemberian tes dan kegiatan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah statistik deskriptif
STPMATARAMSTPMATARAM Berkurangnya budaya gotong royong diakibatkan karena sudah banyak masyarakat sudah bekerja unuk memenuhi kebutuhan ekonominya.meskipun persaingan ini dapatBerkurangnya budaya gotong royong diakibatkan karena sudah banyak masyarakat sudah bekerja unuk memenuhi kebutuhan ekonominya.meskipun persaingan ini dapat
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5–6 tahun di TK Gracia Sudiang. Penelitian iniPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5–6 tahun di TK Gracia Sudiang. Penelitian ini
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan ANOVA satu arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa supervisiData dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan ANOVA satu arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa supervisi
Useful /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam keluarga pernikahan dini serta menganalisis pengaruhnya terhadap perkembanganPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam keluarga pernikahan dini serta menganalisis pengaruhnya terhadap perkembangan
STPMATARAMSTPMATARAM Selain itu Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Desa Sukarara dalam mempromosikan hasil kerajinan kain tenun tidak terlepas dari strategi yangSelain itu Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Desa Sukarara dalam mempromosikan hasil kerajinan kain tenun tidak terlepas dari strategi yang
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dengan Media Papan Flanel dapat meningkatkanBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dengan Media Papan Flanel dapat meningkatkan
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU 05), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan dengan p = 0. 066 (p > 0. 05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media05), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan dengan p = 0. 066 (p > 0. 05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media