PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Indonesia Sosial TeknologiJurnal Indonesia Sosial Teknologi

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di PT X bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi kilang. Salah satu unit kunci dalam proyek ini adalah unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk minyak dengan mengonversi residu dari pengolahan minyak mentah atau minyak mentah dalam proses primer menjadi produk bernilai tinggi seperti bahan bakar, propilen, dan produk sampingan lainnya. Dalam proyek berskala besar seperti RDMP, manajemen implementasi dan perubahan merupakan tantangan yang kompleks. Untuk memastikan operasi lancar unit RFCC, PT. X perlu melengkapi operator dengan pelatihan yang memadai. Salah satu aspek penting dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) adalah Operator Training Simulator (OTS) untuk unit RFCC, yang bertujuan untuk melatih dan memastikan operator dapat mengoperasikan unit RFCC secara efektif dan aman. OTS memainkan peran kritis dalam mensimulasikan kondisi operasi normal, pelatihan tanggap darurat, dan meningkatkan keterampilan operator. Penelitian ini menggunakan Sistem Pendukung Keputusan dengan menggabungkan pendekatan Delphi-DEMATEL dengan teknik Analytic Network Process (ANP) untuk menganalisis proses pengambilan keputusan change order. Metode Delphi mengumpulkan pendapat ahli dan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan, sedangkan metode DEMATEL digunakan untuk melihat hubungan antar kriteria. Sementara itu, metode ANP mengstruktur dan memprioritaskan faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian ini menyediakan kerangka kerja terstruktur untuk pengambilan keputusan dalam proses change order pengembangan OTS yang dapat digunakan oleh manajer dan pemangku kepentingan untuk memastikan pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.

Analisis proses pengambilan keputusan change order dalam proyek Operator Training Simulator (OTS) unit RFCC menggunakan ANP.Diharapkan dengan menerapkan ANP, akan teridentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi change order dan memberikan rekomendasi yang lebih akurat dan terarah untuk manajemen change order.Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proyek, mengurangi risiko operasional, dan memastikan bahwa OTS dapat memenuhi kebutuhan pelatihan operator secara optimal.Selain itu, penelitian ini akan berkontribusi pada pengembangan metode pengambilan keputusan di lingkungan industri energi, khususnya dalam konteks proyek pengembangan kilang minyak.Sehingga, penelitian ini bermanfaat tidak hanya untuk PT.X tetapi juga untuk industri energi secara keseluruhan dalam mengelola perubahan proyek yang kompleks dan dinamis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan model ANP yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti risiko operasional dan dampak lingkungan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode alternatif dalam manajemen change order, seperti pendekatan berbasis kecerdasan buatan atau sistem pendukung keputusan yang lebih canggih. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pengambilan keputusan change order dalam proyek Operator Training Simulator, serta memberikan kontribusi pada pengembangan metode pengambilan keputusan di industri energi.

Read online
File size1.14 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test