UCYUCY

Academy of Education JournalAcademy of Education Journal

Untuk lembaga keuangan syariah agar menerapkan fatwa DSN dan tidak keluar dari fatwa, yaitu menarik biaya administrasi yang nyata-nyata diperlukan dengan besaran biaya tetap, tidak berdasarkan besarnya pinjaman. Jika ini dilanggar, maka akan menyebabkan terjebak ke dalam praktik riba. Untuk DSN, selain mengeluarkan fatwa diharapkan dapat memberikan sanksi bagi lembaga-lembaga yang menerapkan produk tidak sesuai dengan yang difatwakan melalui Dewan Pengawas Syariah yang terdapat di setiap bank syariah. Untuk masyarakat yang mendaftar haji jangan sampai terjebak dalam produk ini karena mengandung syubhat riba yang berakibat terhadap kemabruran haji karena berangkat menggunakan harta yang diperoleh dengan cara riba. Hendaklah ia membayar tunai sebanyak Rp 20 juta agar bisa mendapatkan kepastian seat (nomor urut) untuk tahun keberangkatan, dan jangan menggunakan dana talangan bank.

Jika diperhatikan secara seksama, maka didapati bahwa dalam produk dana talangan haji ini ada dua akad yang digabung dalam sebuah produk.Kedua akad tersebut adalah akad qardh (pinjam meminjam) dalam bentuk pemberian talangan dana haji dari pihak bank kepada pendaftar haji.Akad yang kedua adalah ijarah (jual beli jasa) dalam bentuk ujrah (fee administrasi yang diberikan oleh pendaftar haji sebagai pihak terhutang kepada LKS atau bank sebagai pemberi pinjaman).Dengan demikian, produk dana talangan haji ini bertentanggan dengan hadits Nabi karena dalam produk tersebut digabungkan dua akad tersebut.Untuk lembaga keuangan syariah agar menerapkan fatwa DSN dan tidak keluar dari fatwa, yaitu menarik biaya administrasi yang nyata-nyata diperlukan dengan besaran biaya tetap, tidak berdasarkan besarnya pinjaman.

Berdasarkan analisis terhadap praktik dana talangan haji, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas pengawasan Dewan Syariah Nasional (DSN) dalam memastikan kepatuhan bank syariah terhadap fatwa terkait produk keuangan haji. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara sistem pengelolaan dana haji yang menggunakan dana talangan dengan sistem pembayaran tunai, untuk mengidentifikasi dampak ekonomi dan sosial dari masing-masing sistem. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman masyarakat terkait penggunaan dana talangan haji, sehingga dapat memberikan masukan bagi pengembangan produk keuangan haji yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan prinsip-prinsip syariah.

Read online
File size158.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test