RCRSRCRS
Societas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatSocietas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatArtikel ini membahas isu etis dan teologis dari praktik in vitro fertilization (IVF) dalam konteks Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2025 tentang Kesehatan Reproduksi. Teknologi ini banyak digunakan, termasuk oleh umat Kristen, tetapi menimbulkan pertanyaan moral, khususnya terkait status embrio, penyimpanan embrio beku, dan pemusnahannya. Dengan pendekatan kualitatif, yaitu analisis normatif-komparatif, artikel ini menganalisis isi permenkes itu dari perspektif teologi Kristen, serta membandingkannya dengan kebijakan di Jerman yang menekankan perlindungan embrio. Diskusi teologis mencakup tiga pendekatan terhadap status moral embrio: nonpersonal, prapersonal, dan personal. Artikel ini menekankan pandangan personal yang menyatakan bahwa kehidupan manusia dimulai sejak pembuahan. Artinya, sejak awal embrio sudah merupakan gambar dan rupa Allah (Imago Dei) dan harus diperlakukan secara bermartabat. Artikel ini mengusulkan sikap etis bagi umat Kristen, yakni: menghasilkan embrio sesuai kebutuhan, menghindari penyimpanan embrio beku, menolak pemusnahan embrio, dan memaknai anak sebagai buah kasih dalam pernikahan. Tulisan ini diharapkan menjadi panduan etis-teologis bagi gereja untuk merespons teknologi IVF secara kontekstual dan bertanggung jawab.
Perkembangan teknologi IVF menghadirkan kemajuan penting dalam dunia medis karena menjawab persoalan pasangan yang tidak mampu memiliki anak secara alami, tetapi sekaligus membawa tantangan etis dan teologis yang serius, khususnya bagi komunitas Kristen di Indonesia.2 Tahun 2025 menunjukkan bahwa meskipun regulasi ini telah menunjukkan perhatian terhadap nilai-nilai agama dan norma moral, masih terdapat ruang problematik, terutama terkait dengan surplus embrio, praktik simpan beku embrio, dan kemungkinan pemusnahan embrio.Perbandingan kebijakan ini dengan regulasi di Jerman, sebagai negara dengan tradisi bioetika yang kuat, membantu diperolehnya perspektif pembanding yang konstruktif.Dengan demikian, kita dapat merumuskan refleksi teologis-etis yang kontekstual bagi kekristenan di Indonesia agar komunitas gereja dan para pemimpin Kristen memiliki dasar yang memadai dalam merespons perkembangan teknologi reproduksi.Dari sudut pandang etika sosial Kristen, kehidupan manusia dimulai sejak pembuahan dan setiap embrio membawa martabat sebagai pembawa gambar Allah.Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam merespons teknologi ini harus didasarkan pada prinsip kehati-hatian moral dan nilai sakralitas kehidupan manusia.Gereja dan komunitas Kristen perlu membangun sikap kritis dan konstruktif terhadap praktik IVF dengan mendorong pembatasan jumlah embrio yang dihasilkan, menolak praktik pemusnahan embrio, serta memperkaya pemahaman teologis tentang anak sebagai buah kasih dalam pernikahan kudus.Artikel ini menegaskan perlunya suara teologis yang bertanggung jawab dalam wacana kebijakan publik dan etika biomedis di Indonesia.Gereja diharapkan tidak hanya bereaksi terhadap kebijakan negara, tetapi juga proaktif menyuarakan narasi alternatif yang membela kehidupan manusia sejak awal mula keberadaannya.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: Pertama, melakukan kajian komprehensif tentang implikasi etis dan teologis dari teknologi reproduksi berbantuan, khususnya IVF, dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat mencakup analisis mendalam tentang pandangan berbagai agama di Indonesia terhadap status embrio dan praktik IVF. Kedua, meneliti dan menganalisis praktik IVF di negara-negara lain, terutama di negara-negara dengan tradisi bioetika yang kuat, seperti Jerman. Penelitian ini dapat membandingkan kebijakan dan praktik IVF di berbagai negara, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi di Indonesia. Ketiga, mengembangkan kerangka kerja etis-teologis yang komprehensif untuk merespons teknologi reproduksi berbantuan secara kontekstual dan bertanggung jawab. Kerangka kerja ini dapat mencakup prinsip-prinsip etis, nilai-nilai agama, dan pemahaman teologis tentang martabat manusia dan kehidupan. Penelitian ini dapat melibatkan para ahli etika, teolog, dan pakar hukum untuk merumuskan panduan etis yang komprehensif dan relevan dengan konteks Indonesia.
- Program Bayi Tabung Menurut Pandangan Alkitab | PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan. program bayi... e-journal.stapin.ac.id/index.php/pneumatikos/article/view/23Program Bayi Tabung Menurut Pandangan Alkitab PNEUMATIKOS Jurnal Teologi Kependetaan program bayi e journal stapin ac index php pneumatikos article view 23
- Thieme E-Journals - Seminars in Reproductive Medicine / Abstract. thieme journals seminars reproductive... thieme-connect.de/products/ejournals/abstract/10.1055/s-0038-1676852Thieme E Journals Seminars in Reproductive Medicine Abstract thieme journals seminars reproductive thieme connect de products ejournals abstract 10 1055 s 0038 1676852
- HAKIKAT PERKAWINAN KRISTIANI SEBAGAI PERSEKUTUAN PRIBADI-PRIBADI DI HADAPAN TANTANGAN PROGRAM BAYI TABUNG... ejournal.ust.ac.id/index.php/LOGOS/article/view/4476HAKIKAT PERKAWINAN KRISTIANI SEBAGAI PERSEKUTUAN PRIBADI PRIBADI DI HADAPAN TANTANGAN PROGRAM BAYI TABUNG ejournal ust ac index php LOGOS article view 4476
- 0. loading academic.oup.com/humrep/article-lookup/doi/10.1093/humrep/16.5.10460 loading academic oup humrep article lookup doi 10 1093 humrep 16 5 1046
| File size | 323.86 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI ALHIDAYAHSTAI ALHIDAYAH Terjadi paradoks implementasi maslahah, yaitu pengakuan tinggi terhadap nilai-nilai maslahah namun tidak diikuti oleh pilihan studi di kampus Islam. FaktorTerjadi paradoks implementasi maslahah, yaitu pengakuan tinggi terhadap nilai-nilai maslahah namun tidak diikuti oleh pilihan studi di kampus Islam. Faktor
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Dengan demikian, praktik kritik berdasarkan hadis selaras dengan prinsip demokrasi partisipatoris dan keadilan sosial, menjadikannya kewajiban moral umatDengan demikian, praktik kritik berdasarkan hadis selaras dengan prinsip demokrasi partisipatoris dan keadilan sosial, menjadikannya kewajiban moral umat
STTPBSTTPB Pendidikan keluarga Kristen bertujuan untuk memperkuat identitas agama anak-anak dengan cara menyediakan pengalaman-pengalaman yang mendalam dan terstrukturPendidikan keluarga Kristen bertujuan untuk memperkuat identitas agama anak-anak dengan cara menyediakan pengalaman-pengalaman yang mendalam dan terstruktur
STTPBSTTPB Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan liminal bukan sekadar strategi adaptif, melainkan ekspresi autentik dari spiritualitas Kristen yang berakar padaTemuan menunjukkan bahwa kepemimpinan liminal bukan sekadar strategi adaptif, melainkan ekspresi autentik dari spiritualitas Kristen yang berakar pada
STTSAPPISTTSAPPI Krisis lingkungan global menuntut pendekatan baru dalam pelestarian alam, termasuk perspektif religius seperti Kekristenan. Perspektif Kristen menawarkanKrisis lingkungan global menuntut pendekatan baru dalam pelestarian alam, termasuk perspektif religius seperti Kekristenan. Perspektif Kristen menawarkan
UNTADUNTAD Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan penertiban minuman beralkohol di Desa Karya Mukti telah menunjukkan kemajuan, meskipun masih menghadapiPenelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan penertiban minuman beralkohol di Desa Karya Mukti telah menunjukkan kemajuan, meskipun masih menghadapi
STTSIMPSONSTTSIMPSON Keragaman ini menimbulkan potensi sengketa yang muncul dari masalah keagamaan di berbagai daerah. Artikel ini menekankan bagaimana elemen-elemen sepertiKeragaman ini menimbulkan potensi sengketa yang muncul dari masalah keagamaan di berbagai daerah. Artikel ini menekankan bagaimana elemen-elemen seperti
STKIP JBSTKIP JB Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh yakni Self-Efficacy secara signifikan tidak berpengaruh terhadapTeknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh yakni Self-Efficacy secara signifikan tidak berpengaruh terhadap
Useful /
IPTRISAKTIIPTRISAKTI Hasil dianalisis secara tematik saling melengkapi. Klaster 1 menunjukkan dimensi interpretatif, interpersonal, dan manajerial sebagai atribut inti layananHasil dianalisis secara tematik saling melengkapi. Klaster 1 menunjukkan dimensi interpretatif, interpersonal, dan manajerial sebagai atribut inti layanan
IPMIIPMI Karena AI terus berkembang, integrasinya harus dipandu oleh prinsip-prinsip tanggung jawab, inklusivitas, dan inovasi. Wawasan dari buku ini, bersama denganKarena AI terus berkembang, integrasinya harus dipandu oleh prinsip-prinsip tanggung jawab, inklusivitas, dan inovasi. Wawasan dari buku ini, bersama dengan
STAI ALHIDAYAHSTAI ALHIDAYAH Namun, integrasi prinsip-prinsip ini ke dalam kurikulum PAUD yang memenuhi standar akademis dan kebutuhan perkembangan anak di era modern masih menjadiNamun, integrasi prinsip-prinsip ini ke dalam kurikulum PAUD yang memenuhi standar akademis dan kebutuhan perkembangan anak di era modern masih menjadi
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Penelitian ini dilakukan di PT. BRI Cabang Lamongan. Sampel penelitian terdiri dari semua karyawan bagian operasional, bagian SDM, bagian logistik, bagianPenelitian ini dilakukan di PT. BRI Cabang Lamongan. Sampel penelitian terdiri dari semua karyawan bagian operasional, bagian SDM, bagian logistik, bagian