RCRSRCRS
Societas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatSocietas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatTulisan ini bertujuan untuk merancang teologi kematian dari perspektif antropologi-metafisika sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan preservasi tradisi ritual kematian di Indonesia, terkhusus tradisi ritual kematian orang Toraja dan Jawa. Tujuan tersebut penting karena adanya kecenderungan tradisi kekristenan di Indonesia yang mengalienasi budaya lokal. Demi mencapai tujuannya, tulisan ini menggunakan pandangan utama dari Gijsbert van den Brink yang kemudian dianalisis secara konstruktif melalui pandangan Tibor Horvath, Robert Setio, Ebenhaizer I Nuban Timo, dan Jürgen Moltmann. Hasilnya, teologi kematian posse mori in posse non mori dapat menjadi solusi terhadap preservasi tradisi ritual kematian orang Toraja dan Jawa.
Peristiwa mengenai kehidupan setelah kematian dalam posse mori in posse non mori menjadi suatu pandangan bagi kekristenan untuk berdialog dengan tradisi ritual kematian, terkhusus ritual kematian rambu solo orang Toraja dan slametan kematian orang Jawa.Melalui posse mori in posse non mori, kekristenan menjadi ramah terhadap budaya lokal dan tidak melakukan alienasi, namun tidak serta merta membenarkan apa yang ada di dalam tradisi ritual kematian, terkhusus pada rambu solo orang Toraja dan slametan kematian orang Jawa.Peristiwa setelah kematian dalam posse mori in posse non mori menguraikan bahwa jiwa kembali kepada Allah.Jiwa tidak kekal, tetapi memiliki atribut keabadian lemah dalam dekapan Allah.Pada akhirnya, jiwa akan kembali pada tubuh dalam kebangkitan daging dan sepenuhnya memiliki atribut keabadian lemah untuk masuk ke dalam waktu kekekalan.Penghakiman adalah penentuan ketika tubuh yang utuh memasuki waktu kekekalan atau ikut lenyap bersama waktu temporal.
Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, mengkaji lebih lanjut konsep posse mori in posse non mori dalam konteks teologi kematian dan antropologi-metafisika, serta implikasinya terhadap tradisi ritual kematian di Indonesia. Kedua, melakukan studi komparatif antara tradisi ritual kematian Toraja dan Jawa dengan tradisi ritual kematian di daerah lain di Indonesia, untuk memahami variasi dan kesamaan dalam perspektif antropologi-metafisika. Ketiga, mengeksplorasi lebih dalam konsep waktu temporal dan kekekalan dalam teologi Kristen, dan bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam pemahaman kehidupan setelah kematian.
- The sleeping soul doctrine of metaphysical anthropology in the Javanese death tradition | Panuntun |... hts.org.za/index.php/HTS/article/view/8370The sleeping soul doctrine of metaphysical anthropology in the Javanese death tradition Panuntun hts za index php HTS article view 8370
- Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading please wait moment ensure security connection... doi.org/10.1111/zygo.12824Making sure youre not a bot making sure re bot loading please wait moment ensure security connection doi 10 1111 zygo 12824
- The Tradition of Visiting the Graveyard: A Theological Study on the Ways of Timorese Christians Honoring... atlantis-press.com/article/55912127The Tradition of Visiting the Graveyard A Theological Study on the Ways of Timorese Christians Honoring atlantis press article 55912127
- Sleeping soul: A concept representation of metaphysical anthropology of the funeral traditions of Torajan... doi.org/10.4102/hts.v78i1.7465Sleeping soul A concept representation of metaphysical anthropology of the funeral traditions of Torajan doi 10 4102 hts v78i1 7465
| File size | 483.21 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Model ini memahami pemimpin sebagai kurator memori komunal, liturgi sebagai teknologi pembentuk habitus iman, dan anamnesis sebagai struktur gerejawi yangModel ini memahami pemimpin sebagai kurator memori komunal, liturgi sebagai teknologi pembentuk habitus iman, dan anamnesis sebagai struktur gerejawi yang
STTPBSTTPB Era posmodern menghadirkan tantangan kompleks bagi kepemimpinan Kristiani dalam membangun komunitas yang resilien di tengah fragmentasi sosial dan pluralitasEra posmodern menghadirkan tantangan kompleks bagi kepemimpinan Kristiani dalam membangun komunitas yang resilien di tengah fragmentasi sosial dan pluralitas
STTPBSTTPB 23 menyediakan landasan yang solid untuk membuat pilihan bijak dalam penggunaan teknologi dan menghindari ketergantungan berlebihan. Dengan demikian, pendidikan23 menyediakan landasan yang solid untuk membuat pilihan bijak dalam penggunaan teknologi dan menghindari ketergantungan berlebihan. Dengan demikian, pendidikan
STTPBSTTPB Lebih jauh lagi, artikel ini berargumen bahwa pemahaman trinitaris tentang hikmat—sebagai aktivitas Bapa melalui Anak dalam Roh—menyediakan fondasiLebih jauh lagi, artikel ini berargumen bahwa pemahaman trinitaris tentang hikmat—sebagai aktivitas Bapa melalui Anak dalam Roh—menyediakan fondasi
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Dengan memperhatikan nilai-nilai tersebut, setiap individu dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan bersama dan meningkatkan kinerja timDengan memperhatikan nilai-nilai tersebut, setiap individu dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan bersama dan meningkatkan kinerja tim
IFRELIFREL Disiplin pelayan gereja memainkan peran penting dalam memupuk pertumbuhan jemaat. 17 dalam pelayanan gereja memberikan landasan teologis yang kuat untukDisiplin pelayan gereja memainkan peran penting dalam memupuk pertumbuhan jemaat. 17 dalam pelayanan gereja memberikan landasan teologis yang kuat untuk
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, popularitas, atau pencitraan, melainkan tentang kesetiaan pada Injil, keberanian untuk menderita demi kebenaran,Kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, popularitas, atau pencitraan, melainkan tentang kesetiaan pada Injil, keberanian untuk menderita demi kebenaran,
STT GKESTT GKE Data dianalisis dengan mengaitkan teori para ahli dan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas teologis yang dipahami warga jemaat,Data dianalisis dengan mengaitkan teori para ahli dan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas teologis yang dipahami warga jemaat,
Useful /
PPIPPI SEM melibatkan tiga pengujian yaitu: analisis model pengukuran (uji validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas), analisis model strukturalSEM melibatkan tiga pengujian yaitu: analisis model pengukuran (uji validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas), analisis model struktural
RCRSRCRS Perbandingan kebijakan ini dengan regulasi di Jerman, sebagai negara dengan tradisi bioetika yang kuat, membantu diperolehnya perspektif pembanding yangPerbandingan kebijakan ini dengan regulasi di Jerman, sebagai negara dengan tradisi bioetika yang kuat, membantu diperolehnya perspektif pembanding yang
IFRELIFREL Artikel ini mengeksplorasi peran pendidikan agama dalam membentuk perkembangan moral siswa melalui analisis komparatif berbagai sistem pendidikan. DenganArtikel ini mengeksplorasi peran pendidikan agama dalam membentuk perkembangan moral siswa melalui analisis komparatif berbagai sistem pendidikan. Dengan
UNPARUNPAR Penulis menggunakan kasus Singapura, Korea Selatan, dan Jepang sebagai contoh dari anomali antara keterkaitan tipe rezim/pemerintahan yang diadopsi suatuPenulis menggunakan kasus Singapura, Korea Selatan, dan Jepang sebagai contoh dari anomali antara keterkaitan tipe rezim/pemerintahan yang diadopsi suatu