STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Keteladanan guru sekolah minggu memiliki peranan penting dalam membentuk spiritualitas anak karena pada masa kanak-kanak, proses pembelajaran iman lebih banyak terjadi melalui pengamatan dan peneladanan perilaku. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa banyak guru sekolah minggu mampu mengajarkan firman Tuhan secara verbal, tetapi belum sepenuhnya konsisten dalam mempraktikkan nilai-nilai Kristiani yang diajarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana keteladanan guru sekolah minggu mempengaruhi pembentukan spiritualitas anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di kelas sekolah minggu, wawancara semi‑terstruktur dengan guru, serta analisis literatur terkait pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang konsisten antara ajaran dan perilakunya, menunjukkan kasih, kesabaran, dan komitmen rohani, mampu membentuk iman anak secara lebih mendalam. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan spiritualitas anak memerlukan keteladanan nyata yang ditunjukkan guru dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan agar gereja memberikan pelatihan karakter, pengembangan rohani, dan pendampingan pastoral secara berkelanjutan kepada guru sekolah minggu demi memperkuat peran mereka sebagai teladan iman.

Keteladanan guru sekolah minggu berperan penting dalam membangun spiritualitas anak, karena perilaku, tutur kata, dan sikap guru menjadi teladan nilai Kristiani bagi anak.Konsistensi guru dalam menghidupi iman, baik di kelas maupun di luar ibadah, memungkinkan anak menginternalisasi nilai spiritual secara mendalam.Dukungan lingkungan gereja, keluarga, dan komunitas memperkuat ekosistem pendidikan iman yang holistik, sehingga peran guru sebagai teladan tidak hanya membentuk spiritualitas individu tetapi juga identitas iman gereja secara keseluruhan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan media digital interaktif, seperti aplikasi pembelajaran berbasis cerita Alkitab, dapat memperkuat keteladanan guru sekolah minggu dalam konteks era digital, dengan mengukur dampaknya terhadap keterlibatan dan pemahaman spiritual anak. Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan pengamatan selama tiga hingga lima tahun dapat menilai efek program pelatihan karakter dan pengembangan rohani berkelanjutan bagi guru sekolah minggu, serta memetakan perubahan perilaku dan spiritualitas anak secara berkelanjutan. Selanjutnya, penelitian kualitatif komparatif antara gereja‑gereja yang menerapkan model pendampingan pastoral intensif dengan yang tidak dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memfasilitasi atau menghambat implementasi keteladanan guru, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk penguatan peran guru sekolah minggu dalam pembentukan iman anak.

  1. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... doi.org/10.46222/pharosjot.106.40330 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents doi 10 46222 pharosjot 106 4033
Read online
File size434.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test