MINARTISMINARTIS

Jurnal Pendidikan, Sains Dan TeknologiJurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi

Pendidikan multikultural memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan bebas dari kekerasan di tengah keberagaman sosial, budaya, agama, dan status sosial peserta didik. Makalah ini membahas konsep pendidikan multikultural, definisi, tujuan, dan urgensinya serta menguraikan bentuk, penyebab, dan dampak perilaku bullying yang meliputi aspek fisik, verbal, mental-psikologis, hingga munculnya pelaku bullying baru. Berdasarkan kajian berbagai hasil penelitian di sekolah dasar, sekolah menengah, dan pondok pesantren, pendidikan multikultural terbukti efektif menumbuhkan nilai toleransi, empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan sehingga mampu menekan perilaku bullying di lingkungan pendidikan. Implementasi konkret pendidikan multikultural dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, penguatan civic disposition, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, pembentukan satgas anti kekerasan, serta program-program preventif seperti literasi, kegiatan keagamaan, proyek profil pelajar Pancasila, dan workshop anti-bullying. Dengan demikian, pendidikan multikultural dapat menjadi salah satu solusi penting untuk membentuk karakter peserta didik yang demokratis, humanis, dan pluralis dalam masyarakat majemuk.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural berperan strategis dalam mengatasi perilaku bullying di SMK Negeri 1 Bantaeng melalui penanaman nilai toleransi, empati, keadilan sosial, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya, etnis, agama, serta status sosial siswa.Pendekatan ini terbukti efektif mengurangi tindakan bullying fisik, verbal, dan psikologis yang dipicu faktor lingkungan sebaya, keluarga, status sosial, serta penyalahgunaan teknologi.Pendidikan multikultural tidak hanya membangun wacana, tetapi juga membentuk karakter demokratis, humanis, dan pluralis yang mampu merespons konflik secara damai.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas metode pembelajaran multikultural yang spesifik dalam mengurangi perilaku bullying di berbagai konteks sekolah, termasuk perbedaan implementasi di sekolah dengan karakteristik sosio-ekonomi yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran keluarga dalam mendukung pendidikan multikultural di sekolah, misalnya dengan mengidentifikasi strategi kolaborasi yang efektif antara sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan di rumah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pendidikan multikultural terhadap perilaku siswa setelah mereka lulus sekolah, termasuk bagaimana nilai-nilai yang ditanamkan memengaruhi interaksi mereka di masyarakat dan dunia kerja. Penelitian ini dapat menggunakan metode longitudinal untuk melacak perkembangan siswa dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan implementasi pendidikan multikultural dalam membentuk karakter yang demokratis, humanis, dan pluralis.

  1. Peranan Pendidikan Multikultural Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di Smkn 1 Bantaeng | Jurnal Pendidikan,... doi.org/10.47233/jpst.v5i1.4142Peranan Pendidikan Multikultural Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di Smkn 1 Bantaeng Jurnal Pendidikan doi 10 47233 jpst v5i1 4142
  2. Strategi Penguatan Civic Disposition Melalui Pendidikan Multikultural Untuk Mencegah Perilaku Bullying... doi.org/10.57235/ijedr.v3i2.6464Strategi Penguatan Civic Disposition Melalui Pendidikan Multikultural Untuk Mencegah Perilaku Bullying doi 10 57235 ijedr v3i2 6464
Read online
File size433.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test