ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES

Acta Medica IndonesianaActa Medica Indonesiana

Latar belakang: penyakit kardiovaskular (PKV) adalah penyebab kematian yang paling umum di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari faktor risiko PKV pada pekerja umur 40 – 69 tahun yang dikaitkan dengan status pekerjanya. Metode: studi potong lintang pada seluruh provinsi di Indonesia. Studi ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Data berasal dari survei kesehatan nasional/ RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar). Analisis terbatas pada populasi pekerja usia 40-69 tahun. Terdapat 137.378 subyek yang dianalisis. Analisis coxs regression yang dimodifikasi digunakan untuk menghitung rasio prevalensi hubungan antara penyakit kardiovaskular (PKV) dengan diabetes melitus (DM), hipertensi, stres, indeks massa tubuh (IMT), merokok dan faktor demografi lainnya. Hasil: PKV berhubungan dengan pekerjaan; pekerja white collar berisiko 1.6 kali terdiagnosis PKV dibandingkan dengan pekerja blue collar. Namun, pekerja blue collar lebih cenderung melaporkan gejala PKV dibanding dengan pekerja white collar. Prevalensi PKV lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan laki-laki. PKV meningkat berdasarkan usia dan pendidikan. Hipertensi, DM, stres, dan peningkatan IMT merupakan prediktor dari PKV: prevalence ratio (PR) 1,72 (95% CI 1,59-1,86), 3,89 (95% CI 3,43-4,44), 3.02 (95% CI 2,77-3,29) dan 1.42 (95% CI 1,28-1,57) pada IMT ≥27 dibandingkan <25 kg/m2. Studi ini tidak menjelaskan hubungan antara PKV dengan merokok. Kesimpulan: studi ini membuktikan bahwa faktor risiko utama dapat dimodifikasi untuk menurunkan CVD. Beberapa hubungan mungkin mencerminkan akses ke pelayanan kesehatan.

Studi ini membuktikan bahwa faktor risiko utama dapat dimodifikasi untuk menurunkan CVD.Beberapa hubungan mungkin mencerminkan akses ke pelayanan kesehatan.

Penelitian lanjutan perlu menginvestigasi hubungan antara merokok dan penyakit kardiovaskular (CVD) pada berbagai kelompok pekerja, karena studi ini tidak menemukan keterkaitan yang signifikan. Selain itu, penting untuk menganalisis dampak akses layanan kesehatan terhadap prevalensi CVD, terutama di kalangan pekerja berpenghasilan rendah. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor gaya hidup seperti pola makan dan aktivitas fisik dalam risiko CVD, mengingat studi ini tidak mempertimbangkan faktor-faktor tersebut. Dengan menggabungkan pendekatan ini, penelitian dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang strategi pencegahan CVD yang lebih efektif.

Read online
File size425.57 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test