ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar belakang: nefritis lupus (NL) proliferatif memiliki prevalensi yang lebih tinggi dan prognosis yang lebih buruk dibandingkan NL non-proliferatif. Pemeriksaan histopatologi memegang peranan penting dalam diagnosis dan terapi NL proliferatif, namun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Sistem skor NL proliferatif diperlukan untuk membantu diagnosis NL proliferatif terutama pada kondisi biopsi ginjal tidak dapat dilakukan. Tujuan penelitian adalah menetapkan sistem skor diagnosis NL proliferatif berdasarkan determinan hipertensi, proteinuria, hematuria, eGFR, kadar anti-dsDNA, dan C3. Metode: penelitian diagnostik dengan desain potong-lintas terhadap 113 pasien NL yang terbukti dari pemeriksaan Patologi Anatomik di RSCM sejak Januari 2007 hingga Juni 2017 dengan metode total sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data dilakukan dengan program statistik SPSS Statistics 20.0 untuk analisis univariat, bivariat, multivariat, Receiving Characteristics Operator, serta analisis bootstrapping pada Kalibrasi Hosmer-Lemeshow. Hasil: sebanyak 191 subjek dianalisis untuk proporsi NL proliferatif, didapatkan proporsi NL proliferatif pada pasien NL yang terbukti dari biopsi ginjal di RSCM sebesar 74,8%. Sebanyak 113 subjek dianalisis untuk mendapatkan determinan NL proliferatif. Pada analisis multivariat, hipertensi (OR= 3,39; 95%IK 1,30-8,84), eGFR <60ml/min/1,73m2 (OR= 9,095; 95%IK 1,11-74,68), dan penurunan kadar C3 (OR= 3,97; 95%IK 1,41-11,17) merupakan determinan NL proliferatif. Hipertensi, eGFR <60ml/min/1,73m2, penurunan kadar C3, dan hematuria, menjadi bagian sistem skor diagnosis NL proliferatif. Pada kurva ROC didapatkan AUC sebesar 80,4% (95% IK 71,9-89), dengan titik potong skor 3. Kesimpulan: proporsi NL proliferatif pada pasien NL yang terbukti dari biopsi ginjal di RSCM adalah 74,8%. Komponen sistem skor diagnosis NL proliferatif terdiri dari hipertensi, eGFR <60ml/menit/1.73m2, penurunan kadar C3, dan hematuria.
Proporsi NL proliferatif pada pasien NL yang terbukti dari biopsi ginjal di RSCM adalah 74,8%.Komponen sistem skor diagnosis NL proliferatif terdiri dari hipertensi, eGFR <60ml/menit/1.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan validasi sistem skor diagnosis NL proliferatif pada populasi berbeda untuk meningkatkan akurasi diagnostik. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi kombinasi biomarker genetik dengan parameter klinis dalam memprediksi prognosis NL proliferatif. Selain itu, studi tentang efektivitas intervensi dini berbasis skor diagnosis dalam mengurangi komplikasi NL proliferatif juga menjadi arah penelitian yang menarik.
| File size | 578.86 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UKIPUKIP Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan mediasi kedisiplinan dan loyalitas. Kedua variabel kedisiplinan dan loyalitas tidak dapatMotivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan mediasi kedisiplinan dan loyalitas. Kedua variabel kedisiplinan dan loyalitas tidak dapat
UBUB Evaluasi langsung dengan pengguna tunanetra diperlukan untuk menilai efektivitas nyata. Pengembangan lebih lanjut sebaiknya menambahkan opsi bahasa, penyesuaianEvaluasi langsung dengan pengguna tunanetra diperlukan untuk menilai efektivitas nyata. Pengembangan lebih lanjut sebaiknya menambahkan opsi bahasa, penyesuaian
STIKBARSTIKBAR Hasil: Sebanyak 913 partisipan dari seluruh Indonesia terlibat dalam penelitian ini. Remaja (OR=0,367, 95% CI=0,199–0,679), perempuan (OR=1,437, 95%Hasil: Sebanyak 913 partisipan dari seluruh Indonesia terlibat dalam penelitian ini. Remaja (OR=0,367, 95% CI=0,199–0,679), perempuan (OR=1,437, 95%
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Metode penelitian observasional cross-sectional dengan total sampling pada 40 teknisi di Depo Lokomotif. Intensitas kebisingan diukur menggunakan soundMetode penelitian observasional cross-sectional dengan total sampling pada 40 teknisi di Depo Lokomotif. Intensitas kebisingan diukur menggunakan sound
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Usia, Riwayat Hipertensi Dan Diabetes Melitus Tipe II terhadap kejadian Benign Prostatic HyperplasiaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Usia, Riwayat Hipertensi Dan Diabetes Melitus Tipe II terhadap kejadian Benign Prostatic Hyperplasia
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam kejadian myopia pada siswa SDN 1 Cikalang di Kota Tasikmalaya. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam kejadian myopia pada siswa SDN 1 Cikalang di Kota Tasikmalaya. Penelitian
MANDALANURSAMANDALANURSA Meskipun tidak ada faktor yang signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%, variabel seperti rem, kemudi, ban, mesin, dan visibilitas memilikiMeskipun tidak ada faktor yang signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%, variabel seperti rem, kemudi, ban, mesin, dan visibilitas memiliki
IKMIIKMI Sistem informasi berbasis website kini menjadi solusi populer dalam mendistribusikan informasi secara cepat, efisien, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.Sistem informasi berbasis website kini menjadi solusi populer dalam mendistribusikan informasi secara cepat, efisien, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Useful /
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Latar Belakang: Permasalahan gizi anak sekolah dasar masih menjadi isu serius di Indonesia, khususnya Kota Gorontalo dengan prevalensi gizi buruk, giziLatar Belakang: Permasalahan gizi anak sekolah dasar masih menjadi isu serius di Indonesia, khususnya Kota Gorontalo dengan prevalensi gizi buruk, gizi
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Simpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam menurunkan tingkat keparahan gejala pada pasien gagal jantung. Saran: Diperlukan intervensi berbasisSimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam menurunkan tingkat keparahan gejala pada pasien gagal jantung. Saran: Diperlukan intervensi berbasis
IKMIIKMI Pengembangan dilakukan dengan metode Agile Scrum dan mencakup tiga peran utama: guest, customer, dan admin. Pengguna dapat mengelola pesanan dan memperolehPengembangan dilakukan dengan metode Agile Scrum dan mencakup tiga peran utama: guest, customer, dan admin. Pengguna dapat mengelola pesanan dan memperoleh
IKMIIKMI Kendala ditemukan pada klasifikasi buah mentah (unripe) yang memiliki akurasi terendah (73,91%) akibat kemiripan visual dengan kategori lain dan sensitivitasKendala ditemukan pada klasifikasi buah mentah (unripe) yang memiliki akurasi terendah (73,91%) akibat kemiripan visual dengan kategori lain dan sensitivitas