UNIMUNIM

MajamechaMajamecha

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan temperatur permukaan yang dihasilkan oleh mesin pompa air sawah dengan dua bahan bakar yang berbeda yaitu bensin dan gas. Bensin yang digunakan berupa pertalite dan gas yang digunakan LPG (Liquified Petroleum Gas). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Pengukuran temperatur pada permukaan mesin diukur dengan menggunakan alat pengukur temperatur pada putaran mesin 2000 rpm, selama 30 menit, dengan menggunakan bahan bakar pertalite dan LPG. Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite sebesar 85,93 oC, sedangkan pada mesin berbahan bakar LPG sebesar 88,02 oC. Temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite lebih kecil dibandingkan dengan mesin berbahan bakar LPG, yaitu sebesar 4,19 oC.

Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh data, bahwa pada putaran mesin 2000 rpm dan waktu pengukuran temperatur selama 0,5 jam (30 menit) diperoleh hasil, bahwa temperatur mesin pompa air sawah berbahan bakar pertalite sebesar 85,93 OC, sedangkan pada mesin berbahan bakar LPG diperoleh temperatur sebesar 88,02 OC.Jadi temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite lebih kecil dibandingkan dengan mesin berbahan bakar LPG, yaitu sebesar 4,19 OC.Penelitian ini perlu ditingkatkan dengan menggunakan alat ukur yang temperatur yang mempunyai ketelitian yang lebih tinggi, dan laju temperatur permukaan mesin yang sedemikian besar perlu di stabilkan dengan media pendingin mesin, baik berupa pendingin cairan ataupun pendingin udara, sehingga temperatur mesin stabil pada temperatur 80-90 OC.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis pendingin yang berbeda (cairan atau udara) terhadap stabilitas temperatur mesin berbahan bakar LPG, dengan tujuan untuk mengidentifikasi pendingin yang paling efektif dalam menjaga temperatur mesin pada rentang optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian berbagai jenis bahan bakar alternatif selain pertalite dan LPG, seperti bioetanol atau bahan bakar nabati lainnya, untuk mengevaluasi potensi mereka dalam mengurangi temperatur permukaan mesin dan meningkatkan efisiensi energi. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak modifikasi desain mesin, seperti perubahan konfigurasi saluran pendingin atau penggunaan material dengan konduktivitas termal yang lebih tinggi, terhadap distribusi temperatur dan kinerja mesin secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi temperatur mesin dan pengembangan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan mesin berbahan bakar alternatif.

Read online
File size408.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test