UNPUNP

TeknomekanikTeknomekanik

Listrik merupakan sumber energi penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa dekade terakhir, meningkatnya permintaan energi di seluruh dunia telah secara signifikan memacu produksi energi, menyebabkan dampak lingkungan seperti pemanasan global dan pengurangan lapisan ozon. Hal ini juga mengancam spesies. Oleh karena itu, seluruh dunia mulai beralih menuju pembangkitan energi hijau, menghilangkan semua dampak negatif terhadap lingkungan. Energi surya adalah sumber energi yang paling hemat emisi CO2 dibandingkan sumber energi tidak terbarukan. Generator surya berguna di daerah yang terpapar sinar matahari secara maksimal. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi total jumlah energi yang dihasilkan oleh sistem surya yang terhubung ke jaringan pada garis transmisi 230 kV. Hasil ini diperoleh dengan membandingkan energi yang dihasilkan dengan sudut kemiringan 15°, 20°, 25°, 30°, dan 35°. Berdasarkan hasil simulasi, energi terbesar dihasilkan dengan sudut kemiringan 25°. Simulasi dilakukan menggunakan PVsyst. Artikel ini menyajikan produksi energi dari sistem fotovoltaik 40-MW yang terhubung ke jaringan di Minbu Township, Myanmar. Simulasi dilakukan untuk mendapatkan produksi energi maksimal, radiasi insiden, rasio kinerja, energi masuk ke jaringan, dan kerugian energi. Berdasarkan hasil simulasi, disimpulkan bahwa produksi energi maksimal dan rasio kinerja adalah 75730 MWh dan 81% selama setahun. Emisi CO2 yang dihemat adalah 424781,5 ton per tahun. Energi insiden di bidang kolektor adalah 5,220 kWh/m²/hari. Penelitian ini hanya dilakukan untuk analisis sistem utilitas skala besar surya PV terhubung ke jaringan dan tidak menyediakan teknik lanjutan.

Energi surya terus memainkan peran penting dalam pembangkitan dan distribusi listrik bersih, terjangkau, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.Untuk pemasangan pembangkit surya, penting untuk mengetahui spesifikasi area seperti lintang geografis, kondisi iklim, cahaya matahari harian rata-rata, sudut kemiringan, dan sudut azimuth.Faktor-faktor ini memengaruhi output total yang dihasilkan oleh sistem surya.Populasi nasional Myanmar adalah 54,4 juta (2020) dengan hanya 52% dari populasi memiliki akses listrik, yang berarti sekitar 26 juta orang tidak memiliki akses listrik.Artikel ini menganalisis desain produksi energi untuk meningkatkan pasokan listrik dan sekaligus mengurangi defisit listrik besar Myanmar.Hal ini dicapai dengan merancang, mensimulasikan, dan mengevaluasi pembangkit tenaga surya 40 MW menggunakan perangkat lunak PVsyst.Hasil simulasi untuk pembangkit tenaga surya Minbu menempatkan daya terhubung ke jaringan tahunan pada 75730 MWh untuk orientasi modul tetap dalam sistem PV.Sistem ini mengurangi emisi CO2 sebanyak 424781,5 ton di atmosfer dan melindungi atmosfer Bumi.Pembangunan pembangkit PV di Minbu feasible dan tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan.Studi ini berfokus pada merancang sistem fotovoltaik terhubung ke jaringan fase 1 untuk Minbu, Divisi Magway, Myanmar.Ditemukan bahwa 158400 panel PV dengan panel surya 315 WP dan 20 inverter untuk output 40 MW adalah solusi optimal untuk menyuplai jaringan sepanjang tahun di Pembangkit Minbu PV, Myanmar.Ia akan memiliki kapasitas total 170 MW dan menghasilkan 350 juta kWh (kilowatt jam) per tahun, memperlistrikan sekitar 210.Ada empat tahap pembangkitan listrik di Pembangkit Minbu.Setiap tahap konstruksi pertama tiga akan menambahkan 40 MW kemampuan pembangkitan listrik sementara tahap keempat akan menambahkan 50 MW.Dengan selesainya tahap pertama, pabrik sekarang mampu menghasilkan hingga 40 MW daya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap efisiensi sistem PV terhubung ke jaringan di daerah berbeda, misalnya dengan membandingkan performa sistem PV di daerah tropis dan subtropis. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi penyimpanan energi (seperti baterai) dengan sistem PV terhubung ke jaringan untuk meningkatkan stabilitas pasokan listrik. Terakhir, studi tentang optimasi desain sistem PV berbasis AI untuk memprediksi produksi energi secara real-time dan mengurangi kerugian sistem dapat menjadi arah penelitian yang menarik.

  1. Optimization of tilt angle on-grid 300Wp PV plant model at Bukit Jimbaran Bali - IOPscience. optimization... doi.org/10.1088/1742-6596/1450/1/012135Optimization of tilt angle on grid 300Wp PV plant model at Bukit Jimbaran Bali IOPscience optimization doi 10 1088 1742 6596 1450 1 012135
  2. Irradiance Variation Effect on the Electrical Performance of a Grid Connected PV System | IEEE Conference... ieeexplore.ieee.org/document/9071427Irradiance Variation Effect on the Electrical Performance of a Grid Connected PV System IEEE Conference ieeexplore ieee document 9071427
  3. Performance Analyses of a 454 kWp Grid-Connected Rooftop Photovoltaic System in Southern Norway | IEEE... ieeexplore.ieee.org/document/9300705Performance Analyses of a 454 kWp Grid Connected Rooftop Photovoltaic System in Southern Norway IEEE ieeexplore ieee document 9300705
  4. - E2923039520: International Journal Of Innovative Technology And Exploring Engineering (IJITEE). e2923039520... doi.org/10.35940/ijitee.E2923.039520E2923039520 International Journal Of Innovative Technology And Exploring Engineering IJITEE e2923039520 doi 10 35940 ijitee E2923 039520
Read online
File size418.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test