ESDMESDM

JURNAL GEOLOGI KELAUTANJURNAL GEOLOGI KELAUTAN

Anomali Bouguer Pulau Laut, Pulau Sebuku, dan Selat Sebuku dapat dikelompokkan menjadi dua wilayah anomali meliputi anomali berpola melingkar dengan kisaran nilai dari 40 hingga 64 mGal, dan anomali berpola lurus dengan kisaran nilai 40 hingga 50 mGal. Anomali magnet di daerah ini bervariasi dari -700 hingga 1600 nT, membentuk pola tinggian dan rendahan. Anomali Bouguer berpola melingkar dengan kisaran nilai 45-64 mGal mencerminkan batuan ultrabasa yang relatif mendekati permukaan. Batuan ultrabasa yang tersingkap di permukaan dicirikan oleh anomali magnet tinggi. Anomali Bouguer berpola kontur lurus sejajar menunjukkan sesar naik maupun sesar turun yang terdapat di daerah tersebut. Sesar naik yang berkembang di daerah penelitian umumnya terdapat di Pegunungan Meratus yang mempunyai mendala geologi sama. Anomali Bouguer dan anomali magnet rendah mencerminkan cekungan sedimen yang diakibatkan oleh adanya gaya tarikan yang pernah ada. Batuan terobosan yang dijumpai, diduga terbentuk bersamaan dengan periode gaya tarikan ini. Serangkaian proses tektonik yang hasilnya terekam pada anomali Bouguer, anomali magnet, dan singkapan batuan memberi implikasi kemungkinan terdapatnya sumber daya energi dan mineral di daerah penelitian. Mineralisasi logam diperkirakan dapat dijumpai di sekitar daerah terobosan. Bijih besi, nikel, dan kromit kemungkinan terdapat di daerah ultra-mafik, sedangkan batubara di daerah cekungan sedimen.

Penelitian ini menunjukkan bahwa rendahan anomali Bouguer di bagian tengah Pulau Laut yang menerus ke Selat Sebuku dan Pulau Sebuku mengindikasikan keberadaan cekungan sedimen.Daerah ini berpotensi sebagai sumber daya energi batubara.Selain itu, tersingkapnya batuan beku diorit dan granodiorit serta batuan ultramafik di beberapa lokasi mengindikasikan adanya prospek mineral.Pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan peraturan untuk mengatur penambangan batubara guna menjaga keseimbangan lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi mineralisasi logam di sekitar daerah terobosan batuan, dengan fokus pada identifikasi jenis dan kadar mineral yang terkandung. Kedua, studi detail mengenai cekungan sedimen di Pulau Laut dan Selat Sebuku perlu dilakukan untuk memperkirakan potensi batubara secara lebih akurat, termasuk analisis kualitas batubara dan dampak lingkungan dari eksploitasinya. Ketiga, penelitian geofisika tambahan, seperti Magneto Telluric (MT), dapat dilakukan untuk memperkuat interpretasi struktur geologi bawah permukaan dan memvalidasi model kerak yang telah dibangun, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi sumber daya energi dan mineral di wilayah tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan wilayah Pulau Laut, Pulau Sebuku, dan Selat Sebuku secara berkelanjutan.

Read online
File size1.42 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test