PELITAIBUPELITAIBU
Journal Pelita Sains KesehatanJournal Pelita Sains KesehatanDismenore adalah masalah ginekologis umum di kalangan wanita usia reproduksi, yang ditandai dengan nyeri menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu pengobatan non-farmakologis yang terbukti adalah terapi bekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bekam terhadap dismenore pada mahasiswi kebidanan di STIKes Pelita Ibu Kendari. Desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest dan posttest diterapkan. Sebanyak 20 responden dipilih menggunakan purposive sampling dari 40 siswa yang mengalami dismenore. Intervensi melibatkan terapi bekam pada titik Kahil, Al-Warik, dan Zhahrul Qadam. Alat pengumpulan data meliputi kuesioner dan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,000 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi bekam. Disimpulkan bahwa terapi bekam efektif dalam mengurangi nyeri dismenore.
Terapi bekam terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan STIKes Pelita Ibu Kendari.Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri sebelum dan sesudah terapi dengan nilai p=0,000.Terapi bekam merupakan metode nonfarmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri haid.Oleh karena itu, terapi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif dalam penanganan dismenore, khususnya pada remaja dan wanita muda.
Penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas terapi bekam dengan metode non-farmakologis lainnya, seperti akupunktur atau yoga, dalam meredakan dismenore. Studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswi kebidanan dalam menjalani terapi bekam dan dampaknya pada kualitas hidup mereka. Selain itu, perlu diteliti pengaruh terapi bekam terhadap kadar hormon prostaglandin, yang berperan dalam timbulnya nyeri dismenore, serta hubungannya dengan perubahan fisiologis dan psikologis responden. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi pengaruh frekuensi dan durasi terapi bekam yang berbeda terhadap efektivitasnya dalam mengurangi nyeri dismenore.
| File size | 180.61 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan sesuai dengan konteks budaya dalam penatalaksanaan nyeri haidIntervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan sesuai dengan konteks budaya dalam penatalaksanaan nyeri haid
UWHSUWHS Diagnosa terapi fisik pada penelitian ini adalah adanya gangguan berupa nyeri dan keterbatasan gerak pada kasus 1 dan 2. Sedangkan pada kasus 3, permasalahanDiagnosa terapi fisik pada penelitian ini adalah adanya gangguan berupa nyeri dan keterbatasan gerak pada kasus 1 dan 2. Sedangkan pada kasus 3, permasalahan
UNIPASBYUNIPASBY Intervensi farmakologi, seperti pemberian obat anti nyeri. Sedangkan teknik non farmakologi, di antaranya berupa senam Dysmenorrhea dan kompres hangat.Intervensi farmakologi, seperti pemberian obat anti nyeri. Sedangkan teknik non farmakologi, di antaranya berupa senam Dysmenorrhea dan kompres hangat.
PUBLINEPUBLINE Efek ini secara kumulatif meningkatkan risiko ketidaknyamanan lumbal dan gangguan punggung bawah kronis. Konsisten dengan ini, temuan regresi logistikEfek ini secara kumulatif meningkatkan risiko ketidaknyamanan lumbal dan gangguan punggung bawah kronis. Konsisten dengan ini, temuan regresi logistik
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE 166 orang (77%) memiliki siklus haid kategori normal, 156 orang (77,6%) memiliki lama haid kategori normal, 166 orang (77%) memiliki riwayat keluarga mengalami166 orang (77%) memiliki siklus haid kategori normal, 156 orang (77,6%) memiliki lama haid kategori normal, 166 orang (77%) memiliki riwayat keluarga mengalami
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Hasil: 103 pasien sebagian besar laki-laki (52,4%) dengan usia 51 tahun. Hasil uji validitas menunjukkan korelasi bermakna antara skor total dan SF-12.Hasil: 103 pasien sebagian besar laki-laki (52,4%) dengan usia 51 tahun. Hasil uji validitas menunjukkan korelasi bermakna antara skor total dan SF-12.
UIGMUIGM Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan pendidikan multikultural merupakan strategi yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan dalamTemuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan pendidikan multikultural merupakan strategi yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan dalam
CERICCERIC Disarankan dilakukan deteksi tumbuh kembang berkala, kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan, serta pelatihan kader dan pembentukan posyandu serta kelompokDisarankan dilakukan deteksi tumbuh kembang berkala, kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan, serta pelatihan kader dan pembentukan posyandu serta kelompok
Useful /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Mayoritas ibu usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lumpatan berpendidikan menengah dan bekerja sebagai karyawan. Sebagian besar memiliki pengetahuanMayoritas ibu usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lumpatan berpendidikan menengah dan bekerja sebagai karyawan. Sebagian besar memiliki pengetahuan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang datang dan melakukan pemeriksaan Hb di Puskesmas Prabumulih Barat pada bulan Maret 2025, sebanyak 94Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang datang dan melakukan pemeriksaan Hb di Puskesmas Prabumulih Barat pada bulan Maret 2025, sebanyak 94
KOMPETIFKOMPETIF Hasil perhitungan menunjukkan bahwa F-hitung lebih besar dari F-tabel sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa insentif, pelatihan, pengalaman kerja, sertaHasil perhitungan menunjukkan bahwa F-hitung lebih besar dari F-tabel sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa insentif, pelatihan, pengalaman kerja, serta
CERICCERIC Penelitian ini mengungkap bahwa mantan pengguna terus menggunakan NAPZA suntik karena rasa ingin tahu, informasi yang tidak lengkap, dan kebutuhan pribadi,Penelitian ini mengungkap bahwa mantan pengguna terus menggunakan NAPZA suntik karena rasa ingin tahu, informasi yang tidak lengkap, dan kebutuhan pribadi,