EDUPEDEDUPED

Journal of Literature Language and Academic StudiesJournal of Literature Language and Academic Studies

Masalah pengaruh usia biologis/kronologis pada Akuisisi Bahasa Kedua (ABK) telah lama dipelajari di akademisi. Artikel tinjauan teoritis ini membahas evolusi masalah ini selama beberapa dekade, terutama membahas realitas konteks pembelajaran bahasa asing dan pembelajar dewasa lanjut usia, yang telah dipelajari dalam skala yang lebih kecil selama beberapa waktu. Perspektif awal mendukung adanya periode khusus atau kritis yang akan mendukung pembelajaran bahasa sebelum pubertas. Sejak itu, teori ini sebagian didukung dalam konteks tertentu di mana pembelajaran bahasa pada usia lebih awal terbukti lebih menguntungkan. Namun, pembelajaran pada usia yang lebih tua tidak ditemukan mustahil. Secara umum, konsensus akademis tampaknya menyatakan bahwa Hipotesis Periode Kritis (CPH) terutama berlaku dalam domain fonologis/fonetik. Konsensus juga cenderung menyatakan bahwa seorang dewasa dapat menjadi pembelajar bahasa kedua yang sukses selama aspek tertentu ada. Misalnya, dengan memiliki motivasi belajar yang baik/afektifitas dan konteks belajar yang tepat. Selain itu, dewasa akan mendapatkan manfaat dari kelas pembelajaran bahasa formal karena kematangan dan kompleksitas kognitif yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa usia yang lebih tua tampaknya bukan penghalang untuk pembelajaran bahasa kedua yang mungkin berhasil. Pada saat yang sama, dikatakan bahwa pembelajaran bahasa baru sebagai orang dewasa dan lanjut usia dapat memiliki efek positif bagi pembelajar dalam domain kognitif dan sosial, asalkan keunikan rentang usia ini dipertimbangkan. Akhirnya, penelitian baru mengenai pembelajaran bahasa kedua lanjut usia dianggap perlu.

Masalah pengaruh usia biologis/kronologis pada Akuisisi Bahasa Kedua (ABK) telah lama dibahas dalam studi akademis yang berbicara tentang masalah ini selama bertahun-tahun.Ini telah menjadi topik perdebatan yang intens, dengan munculnya pandangan yang berbeda bahkan bertentangan dalam literatur.Menurut sebagian besar perspektif terbaru, variabel usia mungkin tidak terlalu penting atau krusial seperti yang dipikirkan beberapa dekade yang lalu, terutama dalam konteks pembelajaran bahasa asing.Dalam hal ini, efek usia tampaknya terkait dengan berbagai faktor kognitif dan kontekstual.Namun, diskusi tetap terbuka di dunia ilmiah dan mungkin akan menghasilkan perdebatan dan kesimpulan baru segera.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Meneliti lebih lanjut tentang efek usia pada pembelajaran bahasa kedua dalam konteks pembelajaran bahasa asing, dengan fokus pada faktor-faktor kognitif dan kontekstual yang mempengaruhi proses pembelajaran. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana usia mempengaruhi kemampuan belajar bahasa dan bagaimana kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung untuk pembelajar dewasa dan lanjut usia.. . 2. Mengembangkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan pembelajar dewasa dan lanjut usia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode pembelajaran yang efektif, seperti penggunaan teknologi, materi belajar yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka, dan pendekatan yang memperhitungkan perbedaan individu dalam pembelajaran bahasa kedua.. . 3. Meneliti dampak pembelajaran bahasa kedua pada fungsi kognitif dan kesejahteraan sosial orang dewasa dan lanjut usia. Penelitian ini dapat membantu memahami manfaat pembelajaran bahasa kedua dalam konteks pembelajaran seumur hidup, dan bagaimana pembelajaran bahasa dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesehatan mental dan sosial, serta mencegah penurunan kognitif pada usia lanjut.

  1. Vol. 3 No. 01 (2024) | Journal of Literature Language and Academic Studies. vol journal literature language... doi.org/10.56855/jllans.v3i01Vol 3 No 01 2024 Journal of Literature Language and Academic Studies vol journal literature language doi 10 56855 jllans v3i01
  2. Critical Literacy and its Challenges in Education in Indonesia | Journal of Literature Language and Academic... doi.org/10.56855/jllans.v1i01.141Critical Literacy and its Challenges in Education in Indonesia Journal of Literature Language and Academic doi 10 56855 jllans v1i01 141
Read online
File size304.65 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test