UMPOUMPO

JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan budi pekerti bangsa Indonesia di lingkungan lembaga pendidikan formal melalui media wayang. Dalam mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan metode ceramah dan demonstrasi dengan menggunakan landasan teori fungsional sosial atau sistem sosial Talcott Parsons. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wayang menjadi media multi linguis (bahasa daerah dan nasional) dan multi level (jenjang usia dan tingkat pendidikan) yang berdasarkan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam wadah Negara Indonesia dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu: Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Kesatuan, Nilai Kebijaksanaan, dan Nilai Keadilan. Dalam suatu pertunjukkan wayang mengajarkan nilai tidak secara dogmatis (harus diterima kebenarannya) dan teoritis sebagai suatu indoktrinasi (paham kebenaran hanya dari satu sisi), tetapi secara demokrasi dan kongkret dengan menghadirkan kehidupan tokoh-tokoh sebagai teladan yang nyata. Wayang multi-level linguistic menjadi media pendidikan karakter sebagai rujukan bagi tenaga pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) pada lembaga pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Pendidikan karakter dapat diajarkan kepada bangsa Indonesia melalui media wayang yang bersumber dari nilai Pancasila berdasarkan konsep Bhineka Tunggal Ika.Metodenya adalah multi level dengan menggunakan 3 (tiga) langkah, yaitu pengenalan (tepung), pemahaman (dunung), dan pengamalan (srawung) agar wayang yang bersifat simbolik dan mengandung ajaran moral tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan tersebut, sehingga media wayang dapat dikenal, dipahami, dan dilaksanakan secara baik oleh generasi muda.Di samping itu, pendidikan karakter ini sangat berpijak pada budaya sendiri dan sekaligus sebagai kegiatan apresiasi serta pelestarian nilai-nilai luhur untuk perkembangan bangsa ke depan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan platform digital interaktif untuk menyebarkan wayang multi-level linguistic kepada generasi muda melalui aplikasi atau media sosial, sehingga memudahkan akses dan partisipasi. Selain itu, perlu dilakukan integrasi wayang sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah dasar hingga menengah atas dengan kurikulum yang disesuaikan tingkat usia dan nilai Pancasila. Terakhir, kolaborasi antar daerah dan budaya untuk menciptakan versi wayang yang menggabungkan elemen lokal dan nasional dapat menjadi arah penelitian lanjutan, dengan fokus pada pengembangan narasi dan teknik pertunjukan yang lebih inklusif untuk masyarakat multi-etnis.

  1. DOI Name 10.2426 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 47z handle na create hdl... doi.org/10.2426DOI Name 10 2426 Values doi name values index type timestamp data hs admin 47z handle na create hdl doi 10 2426
Read online
File size343.72 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test