UNIBIUNIBI

ArtComm : Jurnal Komunikasi dan DesainArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain

Buku Dongeng Si Kancil di Indonesia pada umumnya memuat cerita rekaan yang terkesan egois sehingga kurang baik disampaikan untuk anak usia dini. Sebagai contoh, murid TKQ Miftahul Hidayah familiar dengan dongeng Si Kancil yang memiliki sifat yang tidak baik, yaitu menipu Buaya agar bisa sampai di seberang sungai, serta lebih banyak mengenal Si Kancil melalui tayangan televisi buatan luar negri daripada dongeng di media cetak buatan Indonesia. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dalam mengolah fenomena ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi literatur dan kuesioner. Perancangan ini dibuat agar anak-anak usia dini umumnya, dan khususnya murid TKQ Miftahul Hidayah lebih mengenal dongeng Si Kancil khas Indonesia dengan ilustrasi dan narasi yang sesuai dengan anak-anak. Sehingga dapat mengedukasi moral anak-anak melalui dongeng Si Kancil yang telah diubah pandangannya menjadi karakter Si Kancil yang lebih baik.

Karakter Si Kancil dalam dongeng sudah menjadi hal yang tidak asing.Si Kancil yang memiliki karakter suka menipu ini masih menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, karena dongeng-dongeng Si Kancil asal Indonesia masih kental dengan perilaku suka berbohong untuk kepentingannya sendiri.Hal ini bertolak belakang dengan karakter Si Kancil pada serial televisi Pada Zaman Dahulu, kartun asal Malaysia yang tayang di TV Indonesia.Tokoh Si Kancil dalam animasi tersebut digambarkan senang berbohong untuk membantu teman-temannya yang sedang kesulitan.Hal ini bila dibiarkan bisa membuat anak-anak memaklumi perilaku berbohong dan menipu.Maka, diperlukan perubahan pada konten dongeng Si Kancil.Perancangan buku dongeng Si Kancil untuk anak-anak usia dini tidaklah mudah.Perancang harus memikirkan aspek-aspek yang berkaitan dengan psikologi anak, visual anak, serta sastra tersebut harus saling berhubungan agar dapat menghasilkan buku dongeng yang tepat untuk anak-anak usia dini.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas ilustrasi yang dirancang terhadap pemahaman moral anak usia dini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan serangkaian dongeng karakter hewan Indonesia lainnya dengan pesan moral positif, sehingga dapat memperkaya khazanah literasi anak Indonesia. Pengembangan lebih lanjut dapat difokuskan pada pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis digital yang menggabungkan ilustrasi, animasi, dan narasi untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman anak terhadap nilai-nilai moral dalam dongeng.

Read online
File size258.37 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test