ESDMESDM

JURNAL GEOLOGI KELAUTANJURNAL GEOLOGI KELAUTAN

Morfologi dasar laut di daerah penelitian agak curam dan bergelombang, terdapat pada kedalaman laut antara 50 sampai 2000 meter. Pembentukan morfologi dasar laut ini sangat dipengaruhi oleh adanya gejala sesar-sesar aktif. Dari interpretasi runtunan seismik terlihat jelas adanya struktur-struktur geologi berupa sesar dan pelipatan. Adanya bentuk struktur bunga (flower structure) menunjukkan bahwa gejala tektonik aktif dari sesar Palu- Koro, Kolaka, Matano, Lawanopo masih berlangsung sampai sekarang. Keberadaan sesar-sesar aktif ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gempa diseluruh Teluk Bone.

Interpretasi seismik stratigrafi menunjukkan bahwa runtunan seismik diinterpretasikan menjadi 5 runtunan pengendapan dengan terminasi dan konfigurasi seismik yang dipengaruhi oleh adanya perkembangan struktur geologi akibat pengaruh tektonik dari sistem sesar-sesar aktif terutama sesar Palu-Koro dan Sesar Kolaka.Struktur geologi yang berkembang diantaranya adalah pengangkatan, pelipatan, dan berkembangnya flower structure.Dengan adanya sesar-sesar aktif tersebut maka perlu diantisipasi tsunami apabila terjadi gempa di Teluk Bone.

Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pemodelan numerik untuk memprediksi potensi gempa dan tsunami di Teluk Bone, dengan mempertimbangkan interaksi kompleks antara sesar-sesar aktif seperti Palu-Koro, Kolaka, Matano, dan Lawanopo. Selain itu, studi detail mengenai karakteristik flower structure, termasuk mekanisme pembentukannya dan pengaruhnya terhadap akumulasi tegangan, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi bahaya geologi di wilayah tersebut. Terakhir, penelitian mengenai potensi sumber daya mineral yang terkait dengan aktivitas sesar dan sedimen yang diendapkan di Teluk Bone, seperti endapan sedimen yang kaya akan mineral, perlu dilakukan untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut.

Read online
File size947.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test