UBHARAUBHARA
INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)Salah satu alasan mengapa penerapan pajak karbon di Indonesia sangat diperlukan adalah karena Indonesia merupakan salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Indonesia mendapat perhatian begitu besar karena Indonesia dikenal sebagai negara hutan hujan tropis dengan biodiversity yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis Prinsip dan Prinsip, Imposisi Pajak Karbon Imposisi agar tercipta rasa keadilan dan keterjangkauan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban perpajakan di Indonesia dan untuk menguji Aplikasi Pelaksanaan Pajak Karbon yang sudah berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021.
Prinsip keadilan dan keterjangkauan dalam penerapan pajak karbon berdasarkan pada prinsip pencemar membayar (Polluters Pays Principle).sedangkan keterjangkauan dengan memperhatikan kepentingan dan kesiapan masyarakat.Dengan adanya prinsip keadilan dan keterjangkauan diharapkan tujuan utama pengenaan pajak karbon akan dapat tercapai yaitu bukan hanya menambah penerimaan APBN semata, melainkan sebagai instrumen dalam mencapai pengendalian iklim dalam mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai prinsip pencemar membayar (polluters pays principle).Pelaksanaan pengenaaan pajak karbon di Indonesia diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yang diterapkan pada emisi karbon yang dihasilkan dari konsumsi barang yang mengandung karbon dan/atau dari kegiatan yang menghasilkan emisi karbon.Objek pajak karbon adalah produk atau kegiatan karbon yang menghasilkan emisi Karbon dioksida dalam jumlah terbatas dengan tarif pajak karbon tetap yang lebih besar atau sama dengan harga Karbon di pasar Karbon.Sedangkan subjek pajak karbon yaitu orang pribadi atau badan yang membeli barang yang mengandung karbon dan/atau melakukan kegiatan yang menghasilkan emisi Karbon.Pengenaan pajak karbon dibayarkan atas pembelian barang atau kegiatan yang mengandung karbon yang menghasilkan sejumlah emisi Karbon selama periode waktu tertentu.Tanggal jatuh tempo pembayaran pajak karbon ditentukan saat membeli barang yang mengandung karbon.pada akhir tahun kalender, kegiatan menghasilkan emisi Karbon dalam jumlah tertentu.atau pada waktu lain yang ditentukan oleh atau berdasarkan peraturan pemerintah.Pendapatan dari pajak karbon sangat mendukung pembiayaan pembangunan yang berorientasi pada ekonomi hijau / ramah lingkungan.Sehingga dapat mengubah perilaku para pelaku ekonomi untuk beralih ke aktivitas ekonomi yang rendah Karbon.Disamping itu hal ini akan membangun kesadaran mayarakat akan pajak karbon sehingga masyarakat akan menjadai sadar untuk menjaga lingkungan secara pribadi maupun dalam baik dalam menjalankan usahanya.Agar pemungutan pajak Karbon dapat berjalan efektif maka diperlukan sinergi antar kementerian negara untuk memperjelas jawaban konstitusionalnya pada setiap kementrian yang terlibat dalam pemungutan Pajak Karbon.Selain itu perlu ditegaskan bahwa dalam setiap implementasi kebijakan pajak Karbon ini harus selalu mengarah pada keadilan sosial dan keadilan lingkungan untuk menjamin pembangunan ekonomi, energi dan lingkungan yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak pajak karbon terhadap industri dan sektor pelayaran Indonesia, terutama dalam hal biaya produksi dan daya beli masyarakat. Kedua, penelitian tentang implementasi pajak karbon di sektor rumah tangga dan bagaimana sinyal langsung yang diberikan kepada konsumen dapat mendorong efisiensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, penelitian tentang bagaimana pajak karbon dapat mendorong pengembangan pasar karbon, inovasi teknologi, dan investasi yang lebih efisien, rendah emisi karbon, dan berwawasan ramah lingkungan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
| File size | 662.42 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Namun, kinerja lingkungan tidak berfungsi sebagai faktor moderasi dalam hubungan antara pengungkapan emisi karbon, inovasi hijau, dan nilai perusahaan.Namun, kinerja lingkungan tidak berfungsi sebagai faktor moderasi dalam hubungan antara pengungkapan emisi karbon, inovasi hijau, dan nilai perusahaan.
ITB ADITB AD Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengungkapan emisi karbon dan financial sustainability memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.media exposurePenelitian ini menyimpulkan bahwa pengungkapan emisi karbon dan financial sustainability memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.media exposure
UIBAUIBA Sedangkan pengaruh tidak langsung dari daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review dan social media marketingSedangkan pengaruh tidak langsung dari daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review dan social media marketing
UIBAUIBA Kata kunci: Etnosentrisme, Generasi Z, Loyalitas, Persepsi Kualitas, Produk Kecantikan. Generasi Z mewakili pangsa pasar utama bagi industri kecantikanKata kunci: Etnosentrisme, Generasi Z, Loyalitas, Persepsi Kualitas, Produk Kecantikan. Generasi Z mewakili pangsa pasar utama bagi industri kecantikan
UIBAUIBA Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban pajak tangguhan dan intensitas modal, sementara variabel dependen adalah penghindaran pajak. PerusahaanVariabel independen dalam penelitian ini adalah beban pajak tangguhan dan intensitas modal, sementara variabel dependen adalah penghindaran pajak. Perusahaan
UIBAUIBA Dengan hasil ini, perusahaan dan pihak berkepentingan diharapkan agar bisa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang relevansi pengelolaan isuDengan hasil ini, perusahaan dan pihak berkepentingan diharapkan agar bisa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang relevansi pengelolaan isu
UIBAUIBA Ketiga variabel secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, meskipun pengaruh individual masing-masing variabel tidak signifikan. Hasil penelitianKetiga variabel secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, meskipun pengaruh individual masing-masing variabel tidak signifikan. Hasil penelitian
ECOJOINECOJOIN Selain itu, pengungkapan emisi karbon terbukti memediasi hubungan antara kepemilikan publik dan nilai perusahaan, menekankan pentingnya kontribusi wajibSelain itu, pengungkapan emisi karbon terbukti memediasi hubungan antara kepemilikan publik dan nilai perusahaan, menekankan pentingnya kontribusi wajib
Useful /
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Balanced Scorecard (BSC) merupakan alat strategis yang efektif untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja secara keseluruhan dalam sektorBalanced Scorecard (BSC) merupakan alat strategis yang efektif untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja secara keseluruhan dalam sektor
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Secara parsial, hanya intensitas modal yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, mengindikasikan perannya yang dominan dalam pengelolaan pajakSecara parsial, hanya intensitas modal yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, mengindikasikan perannya yang dominan dalam pengelolaan pajak
PENELITIMUDAPENELITIMUDA Wesen Jayatama Cabang Medan. Sampel penelitian terdiri atas 75 karyawan; hipotesisnya menyatakan adanya hubungan antara persepsi komunikasi interpersonalWesen Jayatama Cabang Medan. Sampel penelitian terdiri atas 75 karyawan; hipotesisnya menyatakan adanya hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal
ECOJOINECOJOIN Namun, ketika keempat variabel tersebut (ukuran, usia, profitabilitas, dan leverage) dianalisis secara simultan, ditemukan dampak signifikan terhadap manajemenNamun, ketika keempat variabel tersebut (ukuran, usia, profitabilitas, dan leverage) dianalisis secara simultan, ditemukan dampak signifikan terhadap manajemen