UNZAHUNZAH

At- Ta'lim : Jurnal PendidikanAt- Ta'lim : Jurnal Pendidikan

Esensi sebuah pendidikan di sekolah adalah proses pembelajaran. Tidak ada kualitas pendidikan di sekolah tanpa kualitas pembelajaran. Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat dianggap kurang berguna bilamana belum menyentuh perbaikan proses pembelajaran. Oleh karena itu dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, Departemen Pendidikan Nasional mengembangkan berbagai program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Diantara keseluruhan komponen dalam pembelajaran, guru merupakan komponen organik yang sangat menentukan. Tidak ada kualitas pembelajaran tanpa kualitas guru. Apapun yang telah dilakukan oleh Pemerintah, peningkatan kualitas pembelajaran tidak mungkin ada tanpa kualitas kinerja guru, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran juga tidak mungkin ada tanpa peningkatan kualitas para gurunya.

Berdasarkan analisis data yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa implementasi supervisi akademik kepala madrasah di MTs Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, perencanaan program supervisi akademik disusun pada awal tahun pelajaran sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, dengan memasukkan program tersebut dalam program kerja atau RAPBS serta melibatkan semua komponen sekolah, dalam merencanakan tujuan, dasar, alat bantu, metode/cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi akademik.Kedua, pelaksanakan supervisi akademik supervisor menggunakan teknik individu maupun kelompok serta menggunakan pendekatan langsung dan tidak langsung.Ketiga, dari hasil evaluasi supervisi akademik terdapat beberapa kendala.proses pembinaan yang kurang maksimal oleh kepala madrasah karena guru sering tidak hadir dalam pelaksanaan rapat rutin yang sekaligus model supervisi secara bersama-sama.Menyebabkan terhambatnya program supervisi yang telah direncanakan.Disamping itu komitmen guru kurang terhadap realisasi kegiatan supervis akademik kepala madrasah karena merasa senior dan sederajat dengan kepala madrasah.begitu pula proses pembinaan yang dilakukan kepala madrasah.Karena terkadang kepala madrasah berhalangan hadir dalam proses pembinaan guru yang telah dijadwalkan.Tidak jarang kepala madrasah mendelegasikan wakilnya untuk menggantikan sementara.Ketidak hadiran kepala madrasah bukan semata disengaja tetapi kepentingan dinas selaku kepala madrasah, misalnya rapat dengan pihak yayasan.pelaksanaan pelatihan, seminar, diklat dan sejenisnya merupakan salah satu bentuk untuk menambah kualitas guru menjadi lebih baik.Tetapi yang menjadi kendala adalah minimnya dana.Karena lembaga tidak menganggarkan dana kegiatan in-service training sehingga informasi kepada guru sangat lambat karena pelaksanaannya dilakukan secara berkala.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas metode supervisi akademik yang digunakan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana metode supervisi akademik yang diterapkan dapat membantu guru dalam mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang peran kepala sekolah sebagai pemimpin dan supervisor dalam menumbuhkan semangat kerja yang baik bagi guru. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung bagi guru, sehingga guru dapat meningkatkan kualitas akademik mereka. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi supervisi akademik, khususnya terkait dengan keterbatasan dana dan komitmen guru. Penelitian ini dapat mengusulkan strategi atau solusi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, sehingga program supervisi akademik dapat berjalan dengan lebih efektif dan mencapai tujuan peningkatan profesionalisme guru.

Read online
File size538.29 KB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test