UIN SUKAUIN SUKA
INKLUSIINKLUSIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi respons penyandang tuna rungu terhadap penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) serta Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dalam konteks komunikasi. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 100 responden, yaitu dewasa dan remaja penyandang gangguan pendengaran (usia 16‑50 tahun) yang berdomisili di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner dan wawancara. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari kategorisasi jawaban 100 responden, sebagian kecil mendukung penggunaan SIBI dalam komunikasi karena konsepnya menimbulkan kesulitan. Sebaliknya, mayoritas mendukung penggunaan BISINDO. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui hasil kuesioner dan wawancara terhadap 100 responden penyandang tuna rungu berusia 16‑59 tahun di berbagai wilayah, terbukti bahwa 91 % responden mayoritas menggunakan BISINDO untuk berkomunikasi dengan pihak lain.
Berdasarkan analisis data yang dilihat dari kategorisasi jawaban 100 responden penyandang tunarungu kurang mendukung terhadap SIBI dalam komunikasi karena konsep dari SIBI membuat mereka kesulitan dalam komunikasi.Sedangkan respon penyandang tunarungu terhadap penggunaan BISINDO mendukung dan menggunakannya dalam komunikasi.Dengan demikian dapat disimpulkan melalui hasil kuesioner dan wawancara terhadap 100 responden tunarungu usia remaja dan dewasa (16-50 tahun) di berbagai daerah, dibuktikan bahwa mayoritas tunarungu 91% telah memakai BISINDO dalam komunikasi antar sesama manusia, sedangkan SIBI hanya 9% yang telah memakainya.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbedaan persepsi dan efektivitas penggunaan BISINDO serta SIBI di wilayah Indonesia selain Jawa dan Bali, seperti Sumatra dan Kalimantan, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan pendekatan campuran; selanjutnya, perlu dilakukan uji pengaruh pelatihan intensif BISINDO terhadap peningkatan kemampuan komunikasi sosial penyandang tunarungu melalui desain eksperimental pre‑post dengan kelompok kontrol; terakhir, penelitian dapat menganalisis potensi integrasi teknologi digital berbasis BISINDO, misalnya aplikasi seluler, dalam meningkatkan aksesibilitas dan partisipasi tunarungu pada layanan publik, menggunakan studi kasus dan evaluasi pengalaman pengguna.
| File size | 285.99 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI TABAHIAI TABAH Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital untuk meminimalkan risiko misinformasi, bias algoritmik, dan manipulasi opini yangSecara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital untuk meminimalkan risiko misinformasi, bias algoritmik, dan manipulasi opini yang
UPSUPS Film Ngeri-Ngeri Sedap karya Bene Dion Rajagukguk berhasil merepresentasikan nilai-nilai multikulturalisme yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.melaluiFilm Ngeri-Ngeri Sedap karya Bene Dion Rajagukguk berhasil merepresentasikan nilai-nilai multikulturalisme yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.melalui
UPSUPS Artikel ini mengembangkan kerangka kerja tata kelola–budaya–agen untuk transisi dari model bisnis linear ke regeneratif dengan menginterpretasi ulangArtikel ini mengembangkan kerangka kerja tata kelola–budaya–agen untuk transisi dari model bisnis linear ke regeneratif dengan menginterpretasi ulang
UPSUPS Temuan ini memberikan gambaran yang komprehensif sekaligus membuka peluang riset lanjutan, sehingga dapat menjadi rujukan penting bagi para peneliti lainTemuan ini memberikan gambaran yang komprehensif sekaligus membuka peluang riset lanjutan, sehingga dapat menjadi rujukan penting bagi para peneliti lain
OJSOJS Jika dibandingkan, hasil belajar melalui indera penglihatan dan pendengaran menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sekitar 75% informasi diperoleh melaluiJika dibandingkan, hasil belajar melalui indera penglihatan dan pendengaran menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sekitar 75% informasi diperoleh melalui
IMADIKLUSIMADIKLUS Hasil evaluasi aspek input, setelah di akumulasikan dilihat dari segi widyaiswara program, kurikulum program, sarana dan prasarana, peserta pelatihan,Hasil evaluasi aspek input, setelah di akumulasikan dilihat dari segi widyaiswara program, kurikulum program, sarana dan prasarana, peserta pelatihan,
IMADIKLUSIMADIKLUS Tahap pengorganisasian terdiri dari pelaksanaan BKR yaitu penetapan kader BKR dan tugas BKR. tahap aplikasi kader melaksanakan kegiatan yang telah direncanakanTahap pengorganisasian terdiri dari pelaksanaan BKR yaitu penetapan kader BKR dan tugas BKR. tahap aplikasi kader melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan
IMADIKLUSIMADIKLUS Sistem pendidikan di masyarakat yaitu sistem pendidikan formal dan nonformal (pendidikan luar sekolah) dengan harapan agar semua masyarakat dapat terakomodasiSistem pendidikan di masyarakat yaitu sistem pendidikan formal dan nonformal (pendidikan luar sekolah) dengan harapan agar semua masyarakat dapat terakomodasi
Useful /
IAI TABAHIAI TABAH Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan sosio religius dalam internalisasi nilai tasamuh (toleransi) dan syura (musyawarah)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan sosio religius dalam internalisasi nilai tasamuh (toleransi) dan syura (musyawarah)
IAI TABAHIAI TABAH Budaya hedonisme di media digital tidak lagi sekadar mengejar kesenangan pribadi, melainkan bertransformasi menjadi budaya pencitraan diri, komodifikasiBudaya hedonisme di media digital tidak lagi sekadar mengejar kesenangan pribadi, melainkan bertransformasi menjadi budaya pencitraan diri, komodifikasi
STIKKUSTIKKU BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat 2022 angka kecelakaan kerja berjumlah 46.027 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yangBPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat 2022 angka kecelakaan kerja berjumlah 46.027 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang
IAI TABAHIAI TABAH Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 50,2% variasi dalam impulse buying dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya 49,8% dipengaruhiHasil penelitian ini menunjukkan bahwa 50,2% variasi dalam impulse buying dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya 49,8% dipengaruhi