UNTAG SMDUNTAG SMD

KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWA

Dalam merencanakan suatu struktur gedung tahan gempa salah satu metode yang digunakan adalah sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM). Metode ini merupakan metode perencanaan bangunan tahan gempa yang digunakan pada daerah yang masuk dalam kategori desain seismik (KDS). Dalam bidang perencanaan bangunan, sistem dilatasi sangat baik diterapkan pada bangunan dengan bentang yang panjang, dimana fungsi dilatasi itu sendiri adalah untuk mengurangi bahaya keruntuhan akibat terjadinya penurunan tanah yang tidak seragam sepanjang bangunan dan dapat menghindari efek domino dari beban gempa yang diterima pada gedung itu saat gempa. Pada penelitian ini sistem dilatasi yang di gunakan adalah sistem dilatasi dengan kolom. Analisis gempa yang di lakukan adalah dengan metode time history, di bantu dengan menggunakan program analisa struktur ETABS v.9.7.2. Pada langkah akhir adalah mengeluarkan hasil dari simpangan yang dimana hasil simpangan memenuhi.

Berdasarkan analisis data yang di lakukan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut.Kontrol simpangan antar lantai portal gempa arah x tanpa kolom dilatasi. Lantai 1 drift < ∆2. 0.5 mm < 80 mm. Lantai 2 drift < ∆2. 5.24 mm < 80 mm. Lantai 3 drift < ∆2. 9.97 mm < 80 mm. Lantai 4 drift < ∆2. 14.31 mm < 80 mm. Lantai 5 drift < ∆2. 17.02 mm < 80 mm. Lantai atap drift < ∆2. 18.Kontrol simpangan antar lantai portal gempa arah x dengan kolom dilatasi. Lantai 1 drift < ∆2. 0.33 mm < 80 mm. Lantai 2 drift < ∆2. 3.39 mm < 80 mm. Lantai 3 drift < ∆2. 6.63 mm < 80 mm. Lantai 4 drift < ∆2. 9.34 mm < 80 mm. Lantai 5 drift < ∆2. 11.44 mm < 80 mm. Lantai atap drift < ∆2. 12.Kontrol simpangan antar lantai portal gempa arah y tanpa kolom dilatasi. Lantai 1 drift < ∆2. 0.53 mm < 80 mm. Lantai 2 drift < ∆2. 5.5 mm < 80 mm. Lantai 3 drift < ∆2. 10.75 mm < 80 mm. Lantai 4 drift < ∆2. 14.79 mm < 80 mm. Lantai 5 drift < ∆2. 17.83 mm < 80 mm. Lantai atap drift < ∆2. 18.Kontrol simpangan antar lantai portal gempa arah y dengan kolom dilatasi. Lantai 1 drift < ∆2. 0.35 mm < 80 mm. Lantai 2 drift < ∆2. 3.63 mm < 80 mm. Lantai 3 drift < ∆2. 7.08 mm < 80 mm. Lantai 4 drift < ∆2. 9.96 mm < 80 mm. Lantai 5 drift < ∆2. 12.14 mm < 80 mm. Lantai atap drift < ∆2. 13.Kontrol time history. Arah x. Tcx < T = Ta x Cu. 0.23405. Arah y. Tcy < T = Ta x Cu. 0.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan melakukan penelitian dengan bangunan yang berbentuk tidak beraturan seperti bentuk U, T dan L. Selain itu, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kolom dilatasi terhadap kinerja struktur pada gedung dengan bentuk yang lebih kompleks, seperti gedung dengan bentuk spiral atau bentuk yang tidak simetris. Penelitian ini dapat membantu memahami perilaku struktur gedung dengan bentuk yang unik dan memberikan rekomendasi desain yang lebih optimal.

Read online
File size431.75 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test